SOLO, MENARA62.COM – Komitmen Universitas Muhammadiyah Surakarta dalam memperkuat kualitas pendidikan terus diwujudkan melalui kolaborasi strategis dengan sekolah. Salah satunya melalui Program Studi Pendidikan Matematika FKIP, UMS kembali menghadirkan penguatan kapasitas guru matematika SMK Muhammadiyah se-Kabupaten Klaten melalui workshop pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Kegiatan yang berkolaborasi dengan MGMP Matematika SMK Muhammadiyah Klaten dan MKKS SMK Muhammadiyah Klaten ini menjadi ruang berbagi praktik baik pembelajaran inovatif yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan siswa masa kini.
Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMS, Rita Pramujiyanti Khotimah, S.Si., M.Sc, Ph.D., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UMS dalam mendampingi guru menghadapi transformasi pembelajaran di era digital.
“Workshop ini kami rancang tidak hanya sebagai pelatihan teknis, tetapi sebagai ruang kolaborasi untuk membangun kesadaran pedagogis guru terhadap pembelajaran matematika yang relevan dengan perkembangan teknologi, kebutuhan siswa, dan tantangan masa depan,” ujarnya saat ditemui pada Rabu, (21/1).
Ia menambahkan, pemanfaatan AI, video interaktif, serta pendekatan STEM–Deep Learning diharapkan mampu mendorong guru lebih kreatif dan reflektif dalam merancang pembelajaran.
“Kami berharap praktik-praktik yang diperoleh dalam workshop ini dapat langsung diimplementasikan di kelas dan berlanjut dalam kerja sama pendampingan yang berkesinambungan,” pungkasnya.
Workshop yang telah sukses terlaksana pada Sabtu, (10/1) itu menghadirkan tim dosen Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UMS dengan tiga sesi utama yang saling melengkapi. Pada sesi pertama, Ihsan Dwi Setyono, S.Pd., M.Pd., memaparkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran matematika. Guru diperkenalkan pada pembuatan kuis terintegrasi Google Script yang memungkinkan pengarsipan hasil belajar siswa secara otomatis dan sistematis.
Sesi kedua disampaikan oleh Naufal Ishartono, Ph.D., dengan fokus pada pengembangan video pembelajaran interaktif. Melalui pemanfaatan platform Lumi yang dipadukan dengan pendekatan flipped learning atau pendekatan pembelajaran terbalik, guru diajak mengoptimalkan waktu tatap muka di kelas untuk diskusi, pemecahan masalah, dan proyek kolaboratif.
Pada sesi ketiga, Rita Pramujiyanti Khotimah, S.Si., M.Sc., Ph.D., mengulas penerapan STEM–Deep Learning dalam pembelajaran matematika. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga diajak merancang aktivitas sederhana berbasis STEM–Deep Learning yang aplikatif di kelas.
Melalui kegiatan ini, lanjutnya, UMS berharap guru matematika semakin siap merancang pembelajaran yang inovatif, bermakna, dan menyenangkan, sekaligus relevan dengan tantangan pendidikan di era digital.
Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Hasil survei di akhir kegiatan menunjukkan seluruh peserta berharap workshop ini dapat berlanjut dalam bentuk pendampingan atau program lanjutan. (*)
