30 C
Jakarta

UMS Dorong UMKM Muhammadiyah Naik Kelas Lewat Pelatihan Digital Marketing

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Pusat Studi Halal turut berperan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi umat dengan berkolaborasi bersama Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata (MEBP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta dalam “Pelatihan Branding Produk dan Digital Marketing” bagi pelaku UMKM.

Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata kontribusi UMS dalam penguatan ekosistem kewirausahaan dan ekonomi halal di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah, khususnya di Kota Surakarta. Sebanyak 45 pelaku UMKM dari kalangan warga Muhammadiyah dan anggota Paguyuban UMKM Kota Surakarta mengikuti pelatihan ini dengan antusias.

“Pelatihan itu menjadi bagian dari ikhtiar kolektif dalam mendorong pelaku UMKM Muhammadiyah untuk lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Maka perlu mengerti hal-hal dasar tentang digital marketing dan alat marketing,” ujar Ketua MEBP PDM Kota Surakarta, Aji Syaekhurahman, saat ditemui pada Selasa (22/7).

Pelatihan dirancang untuk membekali pelaku usaha dengan keterampilan pemasaran digital yang relevan dengan era transformasi digital, sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan produk yang halal, higienis, dan memenuhi standar sanitasi. UMS hadir sebagai mitra keilmuan yang mendampingi proses peningkatan kapasitas ini.

Kegiatan itu sukses terlaksana selama dua hari, Sabtu – Ahad, 19 – 20 Juli 2025, bertempat di Balai Muhammadiyah Surakarta. Peserta mendapatkan materi strategis yang aplikatif, mulai dari membangun identitas merek, strategi promosi digital, hingga praktik membuat konten visual yang menarik untuk kebutuhan pemasaran online. Diskusi yang berlangsung aktif menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta.

Pada sesi Sabtu (19/7), pelatihan menghadirkan Rafi Amani M.R. sebagai narasumber. Ia memaparkan pentingnya kehadiran usaha secara digital dan menjelaskan perbedaan strategi pemasaran tradisional dan digital. Menurutnya, setelah pandemi, pelaku usaha harus mampu memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Peserta juga dikenalkan pada cara kerja algoritma media sosial, serta diajarkan membuat konten promosi yang sesuai dengan karakter produk dan target pasar. Materi disampaikan secara praktis agar mudah diterapkan oleh peserta dalam kegiatan usaha sehari-hari.

Sementara itu, pada sesi Ahad (20/7), pelatihan dipandu oleh Ahmada Auliya Rahman yang memberikan praktik pembuatan poster digital menggunakan Canva dan video promosi menggunakan aplikasi CapCut. Peserta diajak menyusun materi promosi yang relevan dengan produk usaha masing-masing.

“Desain yang sederhana namun komunikatif sangat dibutuhkan dalam promosi digital. Begitu pula video, dibutuhkan latihan agar hasilnya menarik dan informatif,” ujar Ahmada yang juga sebagai dosen di Ilmu Komunikasi UMS.

Bersama dengan kerja sama ini, UMS melalui Pusat Studi Halal berkomitmen terus mendampingi pelaku UMKM dalam meningkatkan daya saing usaha. Diharapkan hasil pelatihan dapat menjadi bekal strategis bagi pelaku usaha Muhammadiyah untuk tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan di tengah tantangan digitalisasi dan persaingan pasar yang semakin ketat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!