SOLO, MENARA62.COM – Kegiatan Edukasi Kesehatan Fisik bagi warga Muslim Korea Selatan sukses diselenggarakan di Masjid Al Falah Seoul sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM KI) Universitas Muhammadiyah Surakarta https://www.ums.ac.id/ (UMS).
Program ini bertujuan mengoptimalkan peran masjid supaya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat Muslim. Dalam kegiatan ini, tim PkM KI UMS bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Muslim Indonesia (IKMI), Rumah Muslimah Indonesia di Korea Selatan (RUMAISA), dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah Korea Selatan.
Rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak 4 Januari 2026 ini dilaksanakan secara daring dan luring, dengan puncak kegiatan edukasi kesehatan berlangsung pada 4–5 April 2026. Sebanyak 29 jamaah mengikuti kegiatan ini, yang terdiri dari kelompok pria (ikhwan) dan wanita (akhwat) yang diberikan materi secara terpisah.
Arif Pristianto, Ftr., M.Fis., https://www.ums.ac.id/profile/arif-pristianto dengan fokus pada penanganan keluhan muskuloskeletal serta pencegahan komplikasi lanjut.
Arif menjelaskan bahwa gangguan muskuloskeletal, seperti nyeri punggung, keseleo (sprain), tegang otot (strain), hingga tendinitis, merupakan keluhan yang umum terjadi, terutama pada individu dengan aktivitas fisik tinggi atau teknik gerak yang kurang tepat. Faktor seperti kelelahan, kurangnya pemanasan, serta penggunaan otot secara berlebihan menjadi penyebab utama munculnya cedera.
“Kesadaran terhadap pencegahan menjadi kunci utama. Pemanasan sebelum aktivitas, teknik gerakan yang benar, serta istirahat yang cukup dapat meminimalisasi risiko cedera,” jelasnya saat dimintai keterangan, Sabtu, (11/4).
Dalam pemaparannya kepada jamaah laki-laki, Arif juga mengenalkan metode penanganan awal cedera menggunakan prinsip POLICE (Protection, Optimal Loading, Ice, Compression, Elevation). Pendekatan ini dinilai efektif dalam mengurangi nyeri, pembengkakan, serta mempercepat proses pemulihan jaringan.
Ia juga menekankan pentingnya monitoring kondisi tubuh secara berkala, seperti pengecekan tekanan darah, suhu tubuh, denyut nadi, dan saturasi oksigen, sebagai langkah deteksi dini terhadap gangguan kesehatan.
Sementara itu, edukasi untuk jamaah wanita dibawakan oleh Tiara Fatmarizka, S.Fis., M.Sc., https://www.ums.ac.id/profile/tiara-fatmarizka dengan materi pencegahan sarcopenia pada lansia.
Dalam pemaparannya, Tiara menjelaskan bahwa sarcopenia merupakan kondisi penurunan massa dan kekuatan otot yang umum terjadi pada lansia. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada menurunnya kemampuan fisik, tetapi juga meningkatkan risiko jatuh, cedera, hingga menurunnya kualitas hidup.
“Banyak masyarakat yang menganggap penurunan kekuatan otot adalah hal yang wajar seiring bertambahnya usia, padahal sarcopenia dapat dicegah dan diperlambat dengan intervensi yang tepat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pencegahan sarcopenia dapat dilakukan melalui beberapa langkah sederhana namun konsisten, di antaranya menjaga asupan nutrisi yang cukup, khususnya protein, rutin melakukan aktivitas fisik seperti latihan kekuatan otot, serta menjaga pola hidup sehat secara keseluruhan.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Iqbal Muharram selaku imam masjid. Iqbal menyampaikan bahwa program ini tidak hanya memakmurkan masjid, tetapi juga memberikan variasi kajian yang bermanfaat dan aplikatif bagi jamaah.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan masjid dapat terus berkembang sebagai pusat pemberdayaan umat, termasuk dalam meningkatkan kesadaran dan kualitas kesehatan masyarakat Muslim di Korea Selatan,” tegasnya. (*)
