30 C
Jakarta

UMS Gelar Kompetisi Berkelanjutan, Mahasiswa Diajak Peduli SDGs

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) https://www.ums.ac.id/ melalui SDGs Center https://www.ums.ac.id/en/sustainable-development-goals menyelenggarakan kompetisi bertajuk UMS Berkelanjutan yang berfokus pada tiga isu utama, yakni energi listrik, plastik, dan sampah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam mendorong kesadaran dan kontribusi civitas academica terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Program UMS Berkelanjutan dikemas dalam empat kategori, yakni Video Challenge, Student Action Grant Application, Impact Award, dan Student Achievement Award. Kompetisi UMS Berkelanjutan akan berlangsung hingga 8 Mei 2026 dan mendukung 17 indikator SDGs, dengan fokus utama pada isu energi listrik, plastik, dan sampah.

Ketua SDGs Center UMS Rama Rizana, S.T., M.Sc., https://www.ums.ac.id/profile/rama-rizana menyebutkan bahwa tujuan utama dari penyelenggaraan kompetisi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran civitas academica, khususnya mahasiswa, terhadap pentingnya SDGs. “Jadi kita harapannya mahasiswa lebih aware lagi, lebih sadar lagi, lebih tahu lagi apa itu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs,” ujar Rama Rizana, Senin (13/4).

Selain itu, kompetisi ini juga bertujuan memotivasi mahasiswa untuk berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing, baik secara individu, kelompok, maupun melalui Ormawa. Secara lebih luas, kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi UMS dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Untuk kategori Video Challenge, peserta diminta membuat video berdurasi 1 hingga 3 menit tentang isu energi listrik, plastik, dan sampah. “Bisa berupa praktik baik, jadi meng-capture atau mengabadikan praktik baik yang ada di UMS yang kaitannya soal konsumsi energi, pengurangan penggunaan botol plastik, sama sampah atau limbah,” jelas Rama yang juga dosen Teknik Sipil UMS https://www.ums.ac.id/en/departments/civil-engineering.

Sementara itu, kategori Student Action Grant Application memberikan hibah kepada Ormawa di tingkat program studi, fakultas, hingga universitas. Peserta diminta mengajukan proposal kegiatan yang dapat berupa webinar, pelatihan, atau kampanye media sosial terkait isu keberlanjutan. Selain itu, peserta juga dapat mengangkat solusi inovatif yang dapat diimplementasikan di lingkungan UMS terkait tiga isu tersebut. Meski demikian, topik lain tetap diperbolehkan selama mencakup minimal satu dari tiga isu utama. Lima proposal terbaik dari Ormawa akan dipilih untuk mendapatkan apresiasi dan melaksanakan program yang diusulkan.

Kategori Impact Award, merupakan bentuk apresiasi bagi organisasi mahasiswa (Ormawa) yang telah dan terus mendukung isu keberlanjutan. Lima portfolio akan mendapatkan apresiasi atas praktik baik dan implementasi kegiatan dalam mendukung SDGs.

Student Achievement Award, penghargaan bagi mahasiswa yang memiliki prestasi terkait SDGs atau isu keberlanjutan di tingkat nasional maupun internasional. Lima portfolio juga akan mendapatkan apresiasi dari SDGs Center UMS.

Terkait kondisi pencapaian SDGs secara global, Rama Rizana menyebut masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. “Secara umum kan tiap tahun di tingkat global ada laporannya. Kita masih banyak banget PR-nya. Terutama bisa dibilang tiga SDGs utama yang menjadi rohnya UMS, SDG 1 tentang No Poverty, terus ketiga tentang kesehatan (Good Health and Well-being), dan keempat tentang kualitas pendidikan (Quality Education),” sebut Rama.

Ia menambahkan bahwa tantangan masih besar, terutama dalam pemerataan kualitas pendidikan. “Nah itu sebenarnya masih banyak PR-nya. Apalagi kan kalau dari segi pendidikan, pemerataan kualitas pendidikan itu kan jadi catatan,” ujar Rama. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!