30 C
Jakarta

UMS Kembangkan Terapi BA-M untuk Atasi Depresi

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Fakultas Psikologi kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kesehatan mental berbasis nilai keislaman melalui kegiatan “Short Version Training of BA-M” yang digelar pada Selasa, (31/3), di ruang seminar BPH Lantai 6 Gedung Induk Siti Walidah UMS.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Seminar on Religion and Mental Health: Training on Culturally Adapted Behavioral Activation for Muslim Population (BA-M) yang diselenggarakan oleh UMS bersama dengan University of Leeds, Inggris.

Pelatihan ini menghadirkan pendekatan psikoterapi berbasis bukti yang telah dikembangkan dan diadaptasi secara khusus untuk populasi Muslim.

Ketua tim peneliti, Lusi Nuryanti, M.Si., Ph.D., Psikolog, menyampaikan bahwa adaptasi manual terapi Behavioral Activation for Muslim (BA-M) menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan intervensi kesehatan mental yang relevan dengan konteks budaya dan spiritual masyarakat Indonesia.

“Manual BA-M awalnya disusun oleh tim peneliti University of Leeds sebagai terapi berbasis bukti untuk membantu klien dengan depresi. Namun, melihat tingginya angka depresi serta keterbatasan layanan yang sensitif budaya di Indonesia, diperlukan proses adaptasi agar terapi lebih mudah diterima dan efektif diterapkan di kalangan masyarakat Muslim,” papar Lusi.

Proses adaptasi tersebut, lanjutnya, dilakukan dengan mempertimbangkan aspek bahasa, budaya, serta praktik keagamaan. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan penerimaan klien terhadap terapi sekaligus memperkuat efektivitas intervensi psikologis yang diberikan.

Lebih lanjut, Lusi menegaskan bahwa pengembangan BA-M sejalan dengan misi Fakultas Psikologi UMS dalam mengembangkan ilmu psikologi yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal, serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Dalam pelaksanaannya, pengembangan manual ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin dan internasional, termasuk peneliti, penerjemah, reviewer, hingga asisten penelitian,” ujarnya.

Selain itu, Lusi mengungkapkan keterlibatan pengguna layanan, terapis, dan mentor dalam tahap uji coba juga menjadi faktor penting dalam memastikan kualitas dan relevansi panduan yang dihasilkan.

Penelitian dan pengembangan manual BA-M ini didukung penuh oleh UMS melalui Program Riset Kolaborasi Internasional (RKI), sebagai bentuk komitmen institusi dalam mendorong riset kolaboratif yang berdampak global dan lokal.

Dalam pemaparan materi pelatihan, dijelaskan bahwa Behavioral Activation (BA) merupakan pendekatan terapi yang berfokus pada penjadwalan aktivitas yang bermakna, pemecahan masalah, serta pengurangan perilaku menghindar dan pikiran negatif.

“Pendekatan ini telah terbukti secara ilmiah memiliki efektivitas yang setara dengan Cognitive Behaviour Therapy (CBT) dalam menangani depresi,” ungkap Lusi.

Selain itu, pendekatan BA-M juga mengintegrasikan aspek coping religius, baik positif maupun negatif, yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Muslim. Integrasi ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan psikologis serta membantu individu menghadapi tekanan hidup secara lebih adaptif.

Pelatihan ini juga membahas berbagai tantangan dalam implementasi terapi, seperti rendahnya komitmen klien, ketergantungan pada obat, serta ketidakkonsistenan dalam mengikuti sesi terapi.

“Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat dari terapis untuk memastikan keberhasilan proses intervensi,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!