30 C
Jakarta

UMS Kenalkan SMOGRA, Siswa SD Muhammadiyah 24 Diajak Peduli Lingkungan

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkenalkan inovasi teknologi berbasis lingkungan melalui program SMOGRA (Smart Monitoring Green Action) kepada siswa SD Muhammadiyah 24 Gajahan, Surakarta, Jumat (10/4/2026). Kegiatan sosialisasi berlangsung di ruang kelas 1B dengan melibatkan berbagai unsur pendidikan Muhammadiyah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim UMS, Dr. Rini Kuswati, SE., MSi, CMA, bersama Prof. Ir. Herry Purnama, M.T., Ph.D., serta tim pendukung Haryon Baskoro, MM., dan Dinda Daniar, SM. Turut hadir Ketua PRM Gajahan Popo Fauzan, perwakilan Majelis Pendidikan PDM Kota Surakarta Kartono, M.Pd., Kepala SD Muhammadiyah 24 Gajahan Gatot Suherman, serta para guru.

Dalam pemaparannya, Rini Kuswati menjelaskan bahwa SMOGRA merupakan inovasi teknologi tepat guna berbasis Internet of Things (IoT) yang dikembangkan melalui hibah LPDP dalam skema ERIS Pro. Program ini dirancang untuk memonitor sekaligus mendorong perilaku ramah lingkungan pada siswa sejak dini.

“SMOGRA adalah smart monitoring green action yang memantau perilaku pro lingkungan siswa. Kami mengajak anak-anak untuk mengumpulkan dan memilah sampah dengan cara yang menyenangkan melalui sistem gamifikasi, level, dan pengumpulan poin,” jelas Rini.

Menurutnya, pendekatan berbasis permainan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan minat dan kesadaran siswa dalam menjaga lingkungan. Rini menambahkan, selama ini program edukasi lingkungan di tingkat sekolah dasar masih tergolong minim, sehingga SMOGRA hadir sebagai solusi inovatif.

“Kami berharap SD Muhammadiyah 24 Gajahan dapat menjadi katalis gerakan sekolah hijau, sekaligus mendorong lahirnya generasi yang sadar lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan Majelis Pendidikan PDM Kota Surakarta, Kartono, M.Pd., menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai program ini menjadi langkah strategis dalam membangun budaya positif terkait pengelolaan sampah di kalangan pelajar.

“Ini adalah edukasi yang luar biasa. Sampah saat ini menjadi persoalan serius di Kota Surakarta. Melalui program ini, diharapkan anak-anak, orang tua, hingga masyarakat semakin sadar pentingnya pengelolaan sampah,” ungkap Kartono.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan tidak hanya berdampak pada lingkungan sekolah, tetapi juga mampu menjangkau keluarga dan masyarakat luas. Dengan pendekatan inovatif berbasis teknologi dan edukasi menyenangkan, SMOGRA diyakini dapat menjadi gerakan berkelanjutan menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan ramah bagi generasi masa depan. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!