30 C
Jakarta

UMS Kian Melaju, Siap Miliki 100 Program Studi

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menggelar Pengajian Ramadhan 1447 Hijriah regional Solo Raya di Graha 1958 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini diikuti pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari berbagai tingkatan di wilayah eks Karesidenan Surakarta.

Peserta yang hadir meliputi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), serta Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) se-Solo Raya. Pengajian ini menjadi momentum memperkuat ukhuwah sekaligus memperdalam pemahaman keislaman dalam suasana Ramadhan.

Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta, Prof. Harun Joko Prayitno, dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa UMS terus berkomitmen mengembangkan pendidikan tinggi yang adaptif, progresif, dan moderat, sejalan dengan semangat dakwah Muhammadiyah.

Ia menjelaskan bahwa UMS saat ini memiliki berbagai unit usaha yang mendukung pengembangan kampus, salah satunya Graha 1958 yang menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Nama Graha 1958 dipilih karena memiliki makna historis, merujuk pada tahun berdirinya UMS pada 1 Oktober 1958.

“Graha 1958 ini dulunya merupakan lahan yang kurang produktif. Kini kami kembangkan menjadi unit usaha yang memberikan manfaat bagi kampus dan masyarakat,” ujarnya.

Dalam bidang akademik, UMS saat ini memiliki 82 program studi dan menargetkan peningkatan hingga mencapai 100 program studi dalam beberapa tahun mendatang. Sejumlah program baru sedang dalam proses pengajuan izin, di antaranya S3 Rekayasa Berkelanjutan, S2 Teknik Industri, serta beberapa program doktoral lain seperti S3 Kedokteran, S3 Informatika, dan S3 Kesehatan.

Menurut Harun, tingginya minat masyarakat terhadap UMS tercermin dari jumlah pendaftar yang mencapai 10.015 orang, dengan 1.610 mahasiswa telah terdaftar pada tahap awal penerimaan.

Selain mengembangkan akademik, UMS juga berperan aktif dalam memperkuat jaringan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia. Saat ini UMS menjadi mentor dan pendamping bagi sekitar 28 universitas Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari berbagai daerah di Tanah Air.

“UMS mendapat amanah untuk mendampingi pengembangan PTMA dari Sabang sampai Merauke. Saat ini ada sekitar 23 perguruan tinggi baru yang sedang dalam proses pendampingan bersama Dikti dan PP Muhammadiyah,” jelasnya.

UMS juga terus memperluas kolaborasi antarkampus, salah satunya melalui kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) sebagai sister university. Selain itu, UMS dipercaya mendukung pendirian Universitas Bali Internasional Muhammadiyah (UBIM) yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan.

Tak hanya fokus pada pengembangan kelembagaan, UMS juga menegaskan komitmen sosial melalui pemberian beasiswa kepada mahasiswa. Hingga saat ini, total sekitar 42 ribu mahasiswa telah menerima beasiswa dengan nilai mencapai Rp44 miliar.

Menurut Harun, pemberian beasiswa merupakan bagian dari tanggung jawab sosial Muhammadiyah untuk membantu generasi muda yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap dapat mengakses pendidikan tinggi.

Ia juga menyoroti peran penting kaum perempuan, khususnya ibu-ibu dalam organisasi. Berdasarkan berbagai penelitian, perempuan dinilai memiliki ketelitian, ketekunan, dan keikhlasan yang tinggi dalam menjalankan tugas manajerial.

Di akhir sambutannya, Harun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang terus mendukung kemajuan UMS serta perkembangan perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia.

“Semoga UMS dan seluruh jaringan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah semakin maju, kuat, dan membawa keberkahan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” tutupnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!