SOLO, MENARA62.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan koordinasi Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026 di Auditorium Moh. Djazman Kampus 1 UMS, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal pemantapan pelaksanaan PPL yang melibatkan ratusan mahasiswa, dosen pembimbing, serta sekolah mitra.
Koordinasi PPL dipimpin oleh Ketua Program Studi PPG FKIP UMS, Dr. Nurhidayat, M.Pd., yang menyampaikan laporan sekaligus arah kebijakan pelaksanaan PPL PPG tahun 2026. Dalam laporannya, Nurhidayat menyebutkan bahwa PPG Tahun 2026 Tahap 1 diikuti oleh 368 mahasiswa calon guru.
Program PPG UMS tahun ini melibatkan empat bidang studi, yakni Informatika, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Pancasila. Sementara itu, bidang studi Bahasa Inggris tidak dibuka karena tidak ada Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang mengelolanya pada tahun ini.
Pelaksanaan PPL dijadwalkan berlangsung mulai 12 Februari hingga 9 Juni 2026. Selama periode tersebut, mahasiswa PPG akan melaksanakan praktik mengajar secara langsung di sekolah mitra yang telah ditetapkan. Total terdapat 49 sekolah mitra yang tersebar di wilayah Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, dan Boyolali.
Adapun rincian sekolah mitra meliputi 24 Sekolah Dasar (SD) di Surakarta dan Sukoharjo, 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surakarta dan Karanganyar, serta 16 Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) di Surakarta dan Boyolali. Sebanyak 40 sekolah berada di wilayah Surakarta, sehingga relatif dekat dengan Kampus UMS dan memudahkan mobilitas mahasiswa.
Dalam pelaksanaan PPL PPG 2026, UMS menugaskan 51 dosen pembimbing yang akan mendampingi mahasiswa secara intensif bersama guru pamong di sekolah mitra. Pendampingan ini diharapkan mampu memastikan proses praktik berjalan optimal dan sesuai dengan standar profesional guru.
Nurhidayat menegaskan bahwa PPL PPG dirancang untuk memberikan pengalaman praktik maksimal bagi mahasiswa yang sebelumnya telah mengikuti Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) pada jenjang S1. Selain itu, aktivitas PPL akan diintegrasikan dengan mata kuliah PPG agar mahasiswa mampu menghasilkan penelitian tindakan kelas yang berpotensi dipublikasikan.
“PPL ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga bagi dosen pembimbing, guru pamong, sekolah mitra, dan institusi UMS secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar para kepala sekolah mitra dapat memberikan ruang dan kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa PPG untuk mengembangkan kompetensi mengajarnya. Sementara itu, dosen pembimbing diminta aktif berkoordinasi dan memberikan arahan bersama guru pamong selama proses PPL berlangsung.
Kegiatan koordinasi ditutup dengan pesan motivatif yang mendorong calon guru untuk terus belajar, berkontribusi, dan menyalakan semangat pendidikan di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi antara universitas, sekolah mitra, dosen, dan guru pamong, PPL PPG UMS 2026 diharapkan mampu melahirkan guru profesional yang siap menjawab tantangan dunia pendidikan masa depan. (*)

