SOLO, MENARA62.COM – Program SEA Teacher yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Surakarta melalui Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan dan kolaborasi regional Asia Tenggara. Program ini menghadirkan mahasiswa dari Aklan Catholic College, Filipina, untuk mengikuti praktik mengajar dan pertukaran budaya di UMS.
Selama program berlangsung, para mahasiswa inbound terlibat aktif dalam kegiatan teaching practice di sekolah mitra, observasi pembelajaran, diskusi akademik bersama dosen, serta pengenalan sistem pendidikan di Indonesia. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran lintas budaya sekaligus penguatan kompetensi pedagogik.
“Program ini tidak hanya membentuk kompetensi mengajar, tetapi juga memperluas wawasan global dan memperkuat pemahaman lintas budaya mahasiswa,” ujar Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., saat diwawancarai pada Senin (23/2).
Mahasiswa UMS yang sebelumnya mengikuti program serupa ke University of Northern Philippines dan Aklan Catholic College turut berperan sebagai buddies. Mereka mendampingi peserta inbound dalam aktivitas akademik maupun sosial, sehingga tercipta suasana kekeluargaan selama program berlangsung.
Lima mahasiswa SEA Teacher dari Aklan Catholic College, yakni Alben Matias Hinampas, Archelyn Belarmino Catedrilla, Myra Shane Rimano Nemis, Nicole Kyrell Domingo Estrella, dan Rey Taladtad Ballera, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Mereka menjalani praktik mengajar di SMP Muhammadiyah PK Kottabarat sebagai sekolah mitra.
Dalam testimoninya, para mahasiswa menyampaikan bahwa pengalaman mengajar di sekolah tersebut memberikan perspektif baru tentang pendekatan pembelajaran, manajemen kelas, serta interaksi guru dan siswa dalam konteks budaya yang berbeda. Mereka juga menilai program ini membentuk kepekaan sosial dan kemampuan adaptasi sebagai calon pendidik profesional.
Dekan FKIP UMS menegaskan bahwa SEA Teacher merupakan bagian dari strategi fakultas dalam membangun jejaring global yang berkelanjutan. Ia menyebut kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada mahasiswa inbound, tetapi juga memperkaya wawasan mahasiswa UMS dalam konteks pendidikan internasional.
Wakil Dekan IV Bidang Partnership dan Internationalisation FKIP UMS, Dr. Muhammad Noor Kholid, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa UMS terus membuka diri bagi mahasiswa internasional. Program mobilitas ini menjadi wujud nyata komitmen fakultas dalam memperluas kerja sama akademik lintas negara.
Kasubdit Pengembangan Kemitraan Akademik dan Mobilitas Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional (DRKUI) UMS, Hepy Adityarini, S.Pd., M.A., Ph.D., turut menyampaikan bahwa UMS menyediakan berbagai skema beasiswa bagi mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan studi, sebagai tindak lanjut dari kerja sama yang telah terjalin.
Rangkaian kegiatan SEA Teacher tersebut secara resmi ditutup melalui Closing Ceremony yang telah digelar pada Sabtu (21/2) di FKIP UMS. Kegiatan penutupan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pimpinan fakultas, International Office, dosen pembimbing, serta mahasiswa pendamping.
Pada seremoni tersebut, para mahasiswa SEA Teacher tampil mengenakan pakaian tradisional Filipina sebagai simbol persahabatan dan pertukaran budaya yang telah terjalin. Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya program sekaligus awal dari kolaborasi berkelanjutan antara UMS dan Aklan Catholic College dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan profesional guru di tingkat regional maupun global. (*)
