UMS Perkuat Reputasi Global, Bidik Kolaborasi Internasional

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus memperkuat reputasi akademik dan jejaring internasional melalui partisipasi dalam QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026. Forum pendidikan tinggi bergengsi tingkat Asia Pasifik tersebut menjadi momentum bagi UMS untuk memperluas kolaborasi global sekaligus memperkuat strategi internasionalisasi perguruan tinggi.

 

Kegiatan yang diselenggarakan Quacquarelli Symonds (QS) pada 3–5 November 2026 itu berlangsung di Bali International Convention Center, Denpasar, Bali. Forum tersebut mempertemukan para pemimpin perguruan tinggi, akademisi, serta pemangku kepentingan pendidikan tinggi dari berbagai negara untuk membahas tantangan dan masa depan pendidikan tinggi di kawasan Asia Pasifik.

 

UMS mengirimkan tiga delegasi, yakni Deputi Pengembangan Reputasi Global Dr. Ir. Agus Ulinuha, M.T., Koordinator Reputasi Global Ayu Khoirotul Umaroh, M.K.M., serta Wakil Dekan IV FKIP Bidang Kerja Sama Dr. Muhammad Noor Kholid, M.Pd.

 

Selama forum berlangsung, delegasi UMS mengikuti berbagai seminar dan diskusi strategis yang membahas internasionalisasi perguruan tinggi, penguatan reputasi akademik, kolaborasi riset, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), hingga peningkatan daya saing universitas di tingkat global.

 

Selain menyerap perkembangan terbaru pendidikan tinggi internasional, delegasi UMS juga memanfaatkan forum tersebut untuk membangun komunikasi dan memperluas jejaring dengan perwakilan perguruan tinggi dari dalam maupun luar negeri.

 

“Keikutsertaan dalam forum bergengsi ini memberikan kesempatan strategis bagi UMS untuk memperoleh wawasan mengenai perkembangan dan tantangan pendidikan tinggi di tingkat global sekaligus mengidentifikasi peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama perguruan tinggi mitra,” jelas Agus Ulinuha, Kamis (5/11/2026).

 

Peringkat UMS di QS Asia Naik Signifikan

 

Partisipasi UMS dalam forum internasional tersebut semakin strategis seiring dengan capaian terbaru universitas dalam QS Asia University Rankings 2027.

 

UMS berhasil menempati peringkat 631 universitas terbaik di kawasan Asia. Capaian tersebut sekaligus menempatkan UMS sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik di Jawa Tengah. Posisi ini meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya ketika UMS berada pada rentang peringkat 741–750.

 

Peningkatan peringkat tersebut menjadi salah satu indikator penguatan reputasi dan daya saing akademik UMS di tingkat Asia. Salah satu aspek yang turut berkontribusi adalah Academic Reputation atau reputasi akademik yang dibangun melalui peningkatan kualitas pembelajaran, produktivitas dosen, serta perluasan jejaring kolaborasi dengan akademisi dan perguruan tinggi internasional.

 

Agus mengatakan, capaian tersebut tidak hanya menjadi sesuatu yang patut disyukuri, tetapi juga menjadi dorongan bagi UMS untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan reputasi internasional.

 

“Peningkatan posisi UMS dalam QS Asia University Rankings merupakan capaian yang patut disyukuri, tetapi sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dan reputasi akademik di tingkat internasional,” ungkapnya.

 

Ia menekankan pentingnya kontribusi dosen dalam membangun reputasi akademik melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan mitra internasional. Karena itu, kerja sama yang telah dirintis para dosen UMS diharapkan terus diperluas dan menghasilkan aktivitas akademik yang berdampak.

 

Menurut Agus, partisipasi dalam QS Higher Ed Summit juga memberikan kesempatan bagi UMS untuk memahami arah perkembangan pemeringkatan universitas global, membangun komunikasi dengan institusi pendidikan tinggi lainnya, serta merumuskan strategi internasionalisasi yang lebih terarah.

 

Targetkan Kolaborasi Nyata, Bukan Sekadar Seremonial

 

Lebih jauh, UMS tidak ingin keikutsertaan dalam QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026 berhenti pada partisipasi konferensi semata. Universitas menargetkan adanya tindak lanjut konkret dari jejaring internasional yang berhasil dibangun selama kegiatan.

 

Setiap delegasi diharapkan mampu menginisiasi setidaknya satu kegiatan kolaborasi dengan institusi atau mitra potensial yang ditemui dalam forum tersebut.

 

Bentuk kerja sama yang ditargetkan mencakup kuliah tamu internasional, kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah, pertukaran akademisi, pengembangan program pendidikan, hingga berbagai kegiatan akademik lain yang relevan dengan kebutuhan pengembangan universitas.

 

“Melalui partisipasi ini, kami berharap dapat memperkuat posisi dan reputasi UMS di tingkat Asia Pasifik, sekaligus mengembangkan jejaring internasional yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menghasilkan kontribusi nyata bagi pengembangan tridarma perguruan tinggi,” tegas Agus.

 

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen UMS untuk memperkuat internasionalisasi melalui peningkatan kualitas akademik, produktivitas riset, dan kolaborasi lintas negara.

 

Dengan capaian peringkat 631 dalam QS Asia University Rankings 2027 serta perluasan jejaring melalui QS Higher Ed Summit Asia Pacific 2026, UMS terus mendorong transformasi menuju perguruan tinggi yang semakin kompetitif dan memiliki daya saing global. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!