28.6 C
Jakarta

UMS Raih Perunggu IPITEx 2026 Lewat ZIMO

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di tingkat internasional. Tim mahasiswa UMS berhasil meraih Bronze Medal pada ajang International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026 yang diselenggarakan oleh National Research Council of Thailand (NRCT) pada 5 – 9 Januari 2026 di Bangkok, Thailand. Penghargaan ini diraih melalui pengembangan inovasi teknolog kesehatan digital bertajuk ZIMO (Gizi Mobile).

ZIMO merupakan aplikasi kesehatan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang dirancang untuk membantu remaja memantau pola makan, aktivitas fisik, serta status gizi secara menyeluruh dan real time. Inovasi ini dikembangkan sebagai respons atas meningkatnya permasalahan triple burden of malnutrition, yang mencakup kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan defisiensi mikronutrien pada remaja.

Ketua tim, Maulia Hidayah, menjelaskan bahwa pengembangan ZIMO difokuskan agar edukasi gizi dapat diterima dengan cara yang lebih dekat dengan dunia remaja.

“ZIMO kami rancang agar edukasi gizi tidak terasa berat dan menyenangkan. Melalui fitur AI, pemantauan real time, dan juga pendekatan yang interaktif, remaja dapat belajar mengenal tubuhnya sendiri dengan tetap merasa nyaman dan termotivasi. Proses ini diharapkan dapat menumbuhkan kepatuhan yang mendorong perubahan perilaku remaja dan lebih peduli terhadap tubuhnya sendiri,” ujarnya, Sabtu (17/1).

Berbeda dari pengembangan sebelumnya, pada IPITEx 2026 tim UMS menghadirkan penyempurnaan fitur utama ZIMO. Salah satu fitur unggulannya adalah AI Food Recognition, di mana pengguna dapat memotret makanan secara langsung melalui kamera aplikasi maupun mengunggahnya dari galeri.

Sistem AI kemudian memproses gambar tersebut untuk mengidentifikasi jenis makanan serta menghitung estimasi gramasi dan kandungan gizinya, seperti kalori, protein, karbohidrat, dan lemak. Jika terjadi ketidaksesuaian, pengguna tetap dapat melakukan koreksi agar data gizi yang ditampilkan semakin akurat.

Tidak hanya itu, ZIMO juga telah terintegrasi dengan perangkat wearable dan smartwatch untuk mengambil data aktivitas fisik secara real time. Informasi seperti jumlah langkah harian, estimasi pembakaran kalori, hingga aktivitas gerak pengguna akan otomatis masuk ke dalam sistem aplikasi.

“Seluruh data tersebut kemudian diolah untuk memberikan gambaran kondisi kesehatan remaja secara menyeluruh dan berkelanjutan,” tambah Maulia.

Inovasi ZIMO ini dikembangkan oleh tim mahasiswa lintas program studi, yakni Maulia Hidayah, Asterika Indah Nuraini, dan Hanifah Herawati dari Program Studi Ilmu Gizi; Irfan Malik Tamroini dari Pendidikan Agama Islam; serta Shandy Yusril Fadlullah dan Yuanda Eka Saputra dari Pendidikan Teknik Informatika. Kolaborasi lintas disiplin ini menjadi kekuatan utama ZIMO, karena memadukan pendekatan ilmiah gizi, edukasi perilaku, serta teknologi digital berbasis AI.

Dalam proses penjurian IPITEx 2026, tim UMS mempresentasikan ZIMO secara langsung di booth pameran. Para juri internasional menilai aspek inovasi, kebermanfaatan sosial, serta potensi pengembangan produk di masa depan. ZIMO dinilai memiliki relevansi tinggi dengan isu kesehatan global, sekaligus adaptif terhadap kebiasaan digital generasi muda.

“ZIMO adalah hasil dari proses belajar, kolaborasi, dan keberanian untuk mencoba. Kami berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan dan benar-benar memberi manfaat bagi remaja Indonesia,” tambah Shandy dengan optimistis.

Dosen pembimbing tim, Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc., dan Irma Yuliana, S.T., M.M., M.Eng., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi ini seharusnya menjadi pijakan awal untuk pengembangan ZIMO ke tahap yang lebih serius.

“ZIMO memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai produk nyata. Harapannya, inovasi ini tidak berhenti pada ajang kompetisi, tetapi bisa tumbuh menjadi solusi kesehatan digital, bahkan rintisan startup yang berdampak luas,” tuturnya.

Keberhasilan meraih Bronze Medal IPITEx 2026 ini melengkapi pencapaian sebelumnya dan semakin menegaskan kapasitas mahasiswa UMS dalam bersaing di level global. Lebih dari sekadar penghargaan, capaian ini menjadi bukti bahwa inovasi berbasis kolaborasi, kepedulian sosial, dan teknologi dapat melahirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!