SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerima kunjungan delegasi Angkatan Darat Kerajaan Thailand (Royal Thai Army) di Kampus UMS, Kamis (8/1). Kunjungan ini dipimpin Mayor Jenderal Sorawoot Chaiyabutr bersama sembilan staf lainnya. Pertemuan berlangsung di Ruang Sidang Rektorat, Gedung Induk Siti Walidah UMS.
Kedatangan rombongan Royal Thai Army bertujuan menjajaki peluang kerja sama pendidikan bagi keluarga dan personel militer Muslim Thailand untuk melanjutkan studi di Indonesia, khususnya di UMS. Program ini merupakan bagian dari kebijakan Angkatan Darat Kerajaan Thailand dalam meningkatkan kesejahteraan prajurit melalui pengembangan pendidikan formal tingkat sarjana, magister, maupun program pelatihan jangka pendek.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Reputasi, Dampak, Kemitraan, dan Urusan Internasional UMS, Prof. Supriyono, S.T., M.T., Ph.D., menyambut hangat kehadiran delegasi tersebut. Dalam sambutannya, ia memaparkan profil singkat UMS yang saat ini memiliki sekitar 35.000 mahasiswa, termasuk 200 mahasiswa internasional dari berbagai negara, serta telah meraih akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.
Supriyono juga menyampaikan bahwa kerja sama UMS dengan lembaga pendidikan di Thailand telah berlangsung sejak 2009. Sejak saat itu, banyak mahasiswa asal Thailand Selatan dari wilayah Yala, Narathiwat, dan Pattani yang melanjutkan studi di UMS, baik pada jenjang sarjana maupun magister.
“Bahkan para alumni tersebut kini turut membantu proses rekrutmen mahasiswa baru dari Thailand,” ujarnya.
Mayor Jenderal Sorawoot Chaiyabutr dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada UMS atas kontribusinya dalam mendidik mahasiswa asal Thailand Selatan. Ia menjelaskan, Royal Thai Army kini tengah mengembangkan program fasilitasi pendidikan bagi keluarga militer Muslim agar dapat melanjutkan studi ke luar negeri, termasuk Indonesia, dengan lingkungan yang aman dan memiliki kedekatan budaya.
Ia juga menegaskan komitmen Royal Thai Army untuk memperkuat hubungan kerja sama yang telah terjalin antara Thailand dan UMS, termasuk jaringan Muhammadiyah dan lembaga mitra pendidikan di Thailand Selatan.
Dalam sesi diskusi, Supriyono menegaskan bahwa UMS sangat terbuka untuk menerima mahasiswa dari Royal Thai Army pada berbagai program studi. UMS memiliki pilihan program yang luas, mulai dari bidang kesehatan, teknik, hukum, ekonomi, hingga pendidikan pada jenjang S1, S2, dan S3.
Atase Angkatan Darat Kerajaan Thailand di Jakarta, Kolonel Supakarn Jindawat yang juga turut dalam rombongan mengungkapkan ketertarikan pihaknya untuk menjajaki peluang beasiswa serta skema kerja sama khusus, termasuk kuota penerimaan mahasiswa dari kalangan militer Thailand. Ia juga menanyakan prosedur pendaftaran mahasiswa internasional serta jaminan lingkungan akademik yang mendukung secara budaya.
Menjawab pertanyaan itu, Kasubdit Hospitalitas Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional UMS, Wijianto, S.T., M.Eng.Sc., menjelaskan bahwa persyaratan mahasiswa internasional secara umum mencakup kelengkapan administrasi, ijazah, dan kemampuan bahasa.
Namun, untuk kerja sama institusional, UMS membuka peluang penyusunan nota kesepahaman (MoU) yang lebih spesifik, termasuk kemungkinan penentuan kuota atau bantuan biaya studi.
Pertemuan ini berjalan hangat dan konstruktif. Kedua belah pihak sepakat untuk menindaklanjuti pembahasan teknis penyusunan MoU sebagai landasan resmi kerja sama. Royal Thai Army menyampaikan harapan agar kerja sama ini dapat memperkuat hubungan pendidikan sekaligus menjadi kontribusi nyata bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia Muslim Thailand.
Pada kesempatan tersebut, beberapa mahasiswa Thailand juga berbagi pengalaman studi di UMS. Salah satunya, Nuro Sabuela, mahasiswa program Magister Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMS penerima beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB).
Ia menuturkan bahwa beasiswa KNB memberikan dukungan penuh berupa biaya studi, uang saku sekitar Rp5 juta per bulan, asuransi kesehatan, hingga tunjangan buku dan kegiatan akademik.
“Lingkungan belajar di UMS cukup ramah bagi mahasiswa Thailand karena adanya kedekatan budaya,” kata Nuro.
Ia juga memberitahukan bahwa mahasiswa asing yang memperoleh beasiswa pemerintah mendapatkan pendampingan administratif yang cukup baik.
Nuro juga menilai UMS terbuka bagi mahasiswa lintas agama meskipun merupakan perguruan tinggi Islam.
“Mahasiswa non-Muslim tetap dapat berkuliah dengan nyaman tanpa paksaan dalam praktik ibadah,” pungkasnya. (*)
