30 C
Jakarta

UMS Siap Jadi Kampus Berdampak dan Berkelanjutan

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi transformasi perguruan tinggi yang berdampak, berkontribusi, dan berkelanjutan. Komitmen tersebut disampaikan Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang mengusung tema akselerasi dan transformasi pendidikan tinggi.

Menurut Harun, terdapat lima kata kunci utama dalam Rakor tersebut, yakni akselerasi, transformasi, berdampak, berkontribusi, dan sustainable atau berkelanjutan. Ia menilai, kelima substansi tersebut telah diimplementasikan secara konkret di UMS.

“Dari lima kata kunci itu, saya kira semuanya sudah diterapkan di UMS,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam keynote speech yang disampaikan Direktur Jenderal, UMS disebut sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah yang siap menjalankan lompatan besar, khususnya di bidang riset, inovasi, pengabdian, dan publikasi ilmiah.

Salah satu indikator kesiapan tersebut terlihat dari dukungan pendanaan riset yang signifikan. UMS mengalokasikan sekitar 14 persen anggaran institusi untuk riset, dengan total mencapai hampir Rp40 miliar. Angka ini dinilai cukup tinggi dan menunjukkan keseriusan UMS dalam memperkuat ekosistem penelitian dan inovasi.

Dari sisi bidang keilmuan, UMS mengambil peran strategis di hampir seluruh klaster riset prioritas nasional. Beberapa fokus utama meliputi riset di bidang pangan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, pendidikan, hingga ekonomi hijau.

Tak hanya itu, UMS juga menjadi salah satu pelopor konsorsium riset inovasi yang didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tahun ini dengan nilai pendanaan mencapai Rp20 miliar. Keterlibatan tersebut memperkuat posisi UMS sebagai institusi yang aktif membangun kolaborasi riset berskala nasional.

Dalam konteks keberlanjutan, UMS juga mengintegrasikan isu pengelolaan sampah ke dalam agenda riset dan pengembangan kampus. Sebagai bagian dari strategi Green Metric, sejak dua tahun terakhir UMS mengembangkan konsep pengelolaan sampah berbasis kampus melalui program yang dikenal sebagai “Waste Campus”, dengan prinsip menyelesaikan persoalan sampah dari sumbernya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Dr. Mohammad Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., menyampaikan bahwa pihaknya tengah membangun program pengembangan perguruan tinggi swasta (PTS) yang berorientasi pada dampak daerah dan industri.

“Kami sedang membuat program berdampak daerah dan industri. Mudah-mudahan Bapak dan Ibu sekalian bisa berkontribusi,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pembinaan bagi PTS yang telah siap berkembang lebih jauh. Menurutnya, kampus seperti UMS memiliki kesiapan untuk melangkah menuju world class university melalui penguatan riset, inovasi, dan kolaborasi strategis. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!