SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi (DSDMO) menggelar Sharing Session Finland Education Insight pada Rabu, (4/3) bertempat di Ruang Sidang DRPPS, Gedung Induk Siti Walidah Lantai 5. Kegiatan tersebut diikuti 30 dosen bergelar S2 dan menjadi bagian dari penguatan kesiapan studi doktoral (S3) luar negeri, khususnya ke Finlandia.
Direktur Direktorat Sumber Daya Manusia dan Organisasi (DSDMO) UMS, Ir. Tri Widayatno, S.T., M.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa agenda tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang sistem pendidikan doktoral di Finlandia. “Harapannya peserta memperoleh pemahaman komprehensif tentang sistem pendidikan doktoral di Finlandia, budaya riset, serta strategi menembus program S3 di universitas terbaik. Kegiatan ini tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif dan strategis dalam memetakan langkah studi doktoral ke luar negeri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini berkaitan langsung dengan program penggalakan studi S3 oleh DSDMO melalui Scholarship Academy. Program tersebut mencakup coaching beasiswa, pendampingan proposal beasiswa, mock interview, kursus IELTS, hingga penyusunan proposal doktoral sebagai bagian dari ekosistem pembinaan dosen UMS menuju jenjang doktoral.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, S.S., S.E., M.B.A., yang menyampaikan komitmen pemerintah kota dalam penguatan sumber daya manusia. “Kami dari Pemerintah Kota Surakarta sangat berkomitmen dalam penguatan sumber daya manusia. Program doktor seperti ini sangat bagus sekali,” katanya.
Astrid menekankan bahwa di era globalisasi, generasi muda harus siap menghadapi digitalisasi dan modernisasi dengan kompetensi yang kuat serta wawasan global. Ia juga berpesan kepada dosen-dosen muda agar tetap fokus pada bidang spesialisasi masing-masing. Menurutnya, masa depan membutuhkan pakar di bidang tertentu yang mampu memberikan pemikiran mendalam atas persoalan masyarakat dan ilmu pengetahuan sehingga melahirkan inovasi dan solusi untuk mewujudkan masyarakat yang lebih maju dan sejahtera.
Dalam sesi berbagi, CEO PT Sinergi Finlandia Indonesia, Devi Rizal, MBA, MEng, menjelaskan bahwa Finlandia membuka peluang studi doktoral tanpa pembatasan kuota negara. “Finlandia tidak mengkotak-kotakkan dan tidak memberikan kuota. Ini terbuka untuk siapa pun. Jika dosen mendapatkan program tersebut tentunya akan berguna bagi diri sendiri, bagi negara dan juga buat UMS,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa salah satu kunci utama menembus program doktoral adalah kemampuan menemukan supervisor yang sesuai dengan minat riset. Selain itu, topik yang diajukan perlu memiliki relevansi dan manfaat bagi Indonesia agar tanggung jawab akademiknya kuat dan hasilnya maksimal bagi kedua pihak.
Devi juga menyoroti keunggulan Finlandia dalam budaya riset serta dukungan pendanaan penelitian yang besar. Menurutnya, peluang tersebut belum banyak diketahui, sehingga forum ini menjadi ruang strategis untuk membuka akses informasi bagi dosen UMS. Ia berharap ke depan kemampuan riset dosen semakin meningkat dan mampu berkontribusi pada level global.
Melalui kegiatan ini, menegaskan komitmen universitas dalam membangun kualitas dosen yang berdaya saing internasional melalui pendampingan terstruktur dan akses informasi global. Partisipasi 30 dosen S2 menjadi langkah konkret dalam memperkuat kapasitas akademik dan kontribusi keilmuan UMS di tingkat dunia. (*)
