30 C
Jakarta

UMS Sport Talent Academy Bina Atlet Tapak Suci Muda

Baca Juga:

KARANGANYAR, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat pembinaan olahraga prestasi melalui UMS Sport Talent Academy, salah satu program unggulan yang mengintegrasikan sport science, pembinaan karakter, dan nilai keislaman. Program ini dikenalkan lebih luas melalui latihan bersama Tapak Suci yang digelar di Sport & Martial Art Penjas FKIP UMS Gajahan, Colomadu, Karanganyar, Ahad (8/2/2026).

Direktur UMS Sport Talent Academy, Nur Subekti, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan calon atlet Tapak Suci usia dini hingga remaja, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah menyosialisasikan keberadaan UMS Sport Talent Academy sekaligus menjaring dan membina bibit atlet Tapak Suci. Di akademi ini, salah satu cabang olahraga yang dibina adalah pencak silat, khususnya Tapak Suci karena kami berada di bawah naungan Muhammadiyah,” ujarnya seusai latihan.

Nur Subekti menegaskan bahwa sistem latihan di akademi ini berbasis ilmu keolahragaan (sport science) dan mengacu pada konsep Long-Term Athlete Development (LTAD). Pendekatan tersebut dirancang untuk membina atlet secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan sejak usia dini.

Menurutnya, momentum perkembangan pencak silat yang tengah menguat di tingkat internasional menjadi peluang besar bagi generasi muda Indonesia. “Saat ini pencak silat sedang dalam semangat road to Olympic. Anak-anak usia SD dan SMP sekarang memiliki peluang besar menjadi tulang punggung tim nasional di masa depan jika pembinaannya tepat sejak awal,” jelasnya.

Tak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, UMS Sport Talent Academy juga menekankan pengkaderan dan dakwah melalui jalur olahraga. Tapak Suci, sebagai organisasi pencak silat Muhammadiyah, dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak kader muda yang tangguh secara fisik sekaligus kuat secara ideologis.

“Kami ingin melahirkan generasi muda yang bugar, tangguh, dan berkarakter Islami. Di Tapak Suci ada moto, ‘Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah.’ Jadi latihan di akademi ini tidak hanya fisik dan teknik, tetapi juga pembinaan rohani,” tambahnya.

Pembinaan spiritual tersebut diwujudkan melalui program rutin seperti kegiatan Hari Bertapak Suci setiap Kamis malam Jumat. Kegiatan diawali dengan salat Magrib berjemaah, dilanjutkan kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, salat Isya, kemudian latihan bersama.

Nur Subekti berharap UMS Sport Talent Academy dapat menjadi model pembinaan atlet berbasis kampus yang terintegrasi antara keilmuan dan pengkaderan. Program ini juga melibatkan kolaborasi erat dengan Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS, yang berperan dalam pengembangan aspek akademik dan sport science.

“Keilmuan dikembangkan oleh Pendidikan Jasmani, sedangkan pembinaan karakter dan kader menjadi tanggung jawab para kader dan pendekar Tapak Suci UMS. Harapannya, akademi ini benar-benar menjadi program unggulan UMS dalam mencetak atlet berprestasi dan berakhlak,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!