SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan inovasi pendidikan tinggi melalui lahirnya Doktor baru di bidang pendidikan bahasa. Promovendus Muh Shofiyuddin resmi meraih gelar doktor setelah menjalani Sidang Promosi Doktor di Ruang Seminar Lantai 7 UMS dengan disertasi berjudul “Pengembangan Modul Ajar Integrasi Algoritma-Grammar untuk Menumbuhkembangkan Keterampilan Penggunaan Struktur Bahasa Inggris di Perguruan Tinggi.”
Disertasi tersebut menawarkan pendekatan baru dalam pembelajaran grammar bahasa Inggris dengan mengintegrasikan prinsip algoritma. Gagasan ini berangkat dari fenomena kesulitan mahasiswa dalam menguasai aspek dasar grammar, khususnya part of speech dan tenses, yang selama ini menjadi momok dalam pembelajaran bahasa asing di perguruan tinggi.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas capaian akademik promovendus sekaligus menekankan pentingnya kebermanfaatan ilmu. Ia berharap temuan disertasi tersebut tidak berhenti sebagai konsep teoritis, melainkan terus dikembangkan dan diimplementasikan secara nyata.
“Ilmu itu bukan hanya dipahami, tetapi harus diamalkan dan terus ‘netes’, tumbuh, dan berkembang. Algoritma grammar ini potensial untuk diteorikan lebih lanjut dan dikembangkan ke berbagai variabel grammar lainnya,” ujarnya.
Rektor juga mendorong agar pengembangan algoritma grammar ke depan dapat dikolaborasikan dengan bidang teknologi informasi dan komputasi. Menurutnya, grammar tidak dapat berjalan sendiri, melainkan perlu berdampingan dengan IT agar mampu menjawab tantangan pembelajaran di era digital.
Lebih lanjut, Harun menegaskan pentingnya budaya akademik pasca pencapaian gelar doktor. Ia mencontohkan bahwa kepemimpinan akademik harus dibarengi dengan produktivitas riset dan publikasi, serta memberi ruang bagi generasi muda akademisi untuk melampaui capaian pendahulunya.
“Dalam akademik, murid justru harus diberi kesempatan untuk melompat lebih tinggi dari gurunya. Itu bagian dari tradisi keilmuan yang sehat,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UMS juga menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan dengan UNISNU melalui kerja sama yang lebih konkret di bidang riset, pengabdian kepada masyarakat, dan publikasi ilmiah. Hal ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas dan daya saing pendidikan tinggi.
Dalam sesi wawancara, promovendus menjelaskan bahwa gagasan algoritma grammar berangkat dari pengalaman empiris di lapangan dan ketertarikannya pada pola, logika, serta otomatisasi. Prinsip sebab-akibat dalam algoritma digunakan untuk menyederhanakan kompleksitas grammar sehingga lebih mudah dipahami mahasiswa.
“Fokusnya bukan memanjakan kemalasan membaca, tetapi menggunakan sudut pandang mahasiswa agar mereka lebih mudah memahami dasar grammar, sebelum melangkah ke functional dan communicative grammar,” jelasnya.
Ia menambahkan, implementasi algoritma grammar sangat relevan untuk penguasaan dasar struktur kalimat. Dengan pola dan sistem yang konsisten, mahasiswa diharapkan lebih siap mengembangkan kemampuan bahasa pada jenjang pembelajaran berikutnya.
Ke depan, pengembangan riset tidak hanya berhenti pada algoritma grammar, tetapi akan diarahkan pada penerapan coding dalam pembelajaran menulis (writing). Sintaks pembelajaran berbasis coding tersebut dirancang sebagai kelanjutan dari konsep algoritma grammar yang telah dikembangkan. (*)
