MAGELANG, MENARA62.COM -Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang menjadi tuan rumah dalam Pengajian Ramadan 1447 H Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Jawa Tengah Regional Kedu Raya. Kegiatan yang diikuti 500 peserta tersebut digelar pada Sabtu (7/3) di Auditorium Kampus 1 UNIMMA, dengan peserta berasal dari berbagai daerah di Kedu Raya, yaitu Kota dan Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, dan Kebumen.
Dr. Lilik Andriyani, SE., M.Si, Rektor UNIMMA, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada UNIMMA sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. Menurutnya, kesempatan ini menjadi kehormatan bagi UNIMMA untuk turut mendukung syiar dakwah dan penguatan nilai-nilai keislaman di lingkungan Muhammadiyah. “Ini sebuah kehormatan bagi UNIMMA karena dipercaya menjadi penyelenggara kegiatan Pengajian Ramadan se-Karesidenan Kedu. UNIMMA juga menjadi satu dari enam perguruan tinggi di Jawa Tengah yang mendapat kesempatan menyelenggarakan pengajian yang diinisiasi oleh PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) Jawa Tengah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Muhammad Abduh Hisyam, S.Ag., MH, menyampaikan bahwa tema besar yang diangkat Muhammadiyah pada Ramadan tahun ini adalah Aqidah Islam Berkemajuan yang menjadi bahasan pokok selama tiga hari dalam Pengajian Ramadan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Menurutnya, konsep tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun karakter umat yang adaptif sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai dasar Islam. “Muhammadiyah tahun ini membahas tentang Aqidah Islam Berkemajuan karena dalam karakteristik Risalah Islam Berkemajuan, poin pertama adalah tauhid. Yang kedua berlandaskan pada Al-Quran dan ketiga pengembangan ijtihad dan tajdid kemudian wasathiyah dan yang terakhir adalah mewujudkan rahmatan lil ‘alamin,” jelasnya.
Lebih lanjut, Abduh juga menegaskan bahwa aqidah dalam Muhammadiyah tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi harus terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari. “Aqidah itu berarti implementasi iman dalam kehidupan nyata. Apa yang harus dilakukan atau diinternalisasikan dalam warga Muhammadiyah agar menjadi individu-individu yang berkemajuan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom, selaku Wakil Menteri Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia yang menyampaikan tausiyah kebangsaan. Selain itu, Prof. Dr. Rozihan, SH., M.Ag dari PWM Jawa Tengah memaparkan materi lebih mendalam tentang Aqidah Islam Berkemajuan, serta KH. Hamim Ilyas dari Majelis Tarjih Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah membahas tentang Kalender Hijrah Global Tunggal (KHGT). Kegiatan juga diisi dengan sosialisasi aktivasi SATUMU oleh tim media PP Muhammadiyah.
Melalui kegiatan tersebut, UNIMMA berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung penguatan dakwah Muhammadiyah sekaligus mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan persyarikatan dalam menghadirkan Islam yang mencerahkan bagi masyarakat. (*)

