30 C
Jakarta

Ustaz Ahmad Sukidi: Waspadai Dosa, Dampaknya Nyata

Baca Juga:

SRAGEN, MENARA62.COM — Kajian Ahad Pagi di Masjid Raya Al Falah Sragen berlangsung khidmat, Ahad (29/3/2026). Dalam tausiyahnya, Ahmad Sukidi mengingatkan umat Islam untuk senantiasa berhati-hati dan waspada terhadap dosa dalam kehidupan sehari-hari.

Mengawali kajian, ia mengutip firman Allah dalam QS Al-Maidah ayat 92 tentang perintah taat kepada Allah dan Rasul serta pentingnya sikap “hadzar” atau kewaspadaan. Menurutnya, sikap tersebut mencakup kehati-hatian, kecermatan, dan mawas diri dalam menjalani kehidupan.

“Sikap hadzar akan mendorong seseorang untuk lebih taat kepada Allah dan Rasul-Nya, sekaligus menjauhkan dari penyimpangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kehati-hatian tersebut harus diterapkan dalam dua hal utama, yakni menjauhi kemaksiatan dan mewaspadai berbagai bentuk ancaman, baik yang nyata maupun tidak nyata, termasuk godaan setan.

Dalam pemaparannya, Ahmad Sukidi mengingatkan berbagai bentuk penyimpangan yang perlu dihindari, seperti kemaksiatan, kedzaliman, perselisihan, pemborosan, hingga tipu daya setan yang dapat menjerumuskan manusia dari jalan kebenaran.

Lebih lanjut, ia memaparkan lima dampak besar dari perbuatan dosa berdasarkan kajian ayat-ayat Al-Qur’an.

Pertama, dosa dapat menimbulkan kegelisahan dan kecemasan. Ia menjelaskan bahwa hati nurani yang bersih akan terusik ketika seseorang melakukan pelanggaran, sehingga memunculkan rasa tidak tenang dalam diri.

“Kegelisahan adalah tanda adanya penyimpangan. Jika tidak segera kembali ke jalan yang benar, dampaknya bisa meluas, bahkan hingga kesehatan fisik,” jelasnya.

Kedua, dosa dapat menjatuhkan martabat kemanusiaan. Manusia yang tidak menggunakan akal dan tidak taat pada syariat, kata dia, bisa jatuh pada derajat yang lebih rendah dari hewan.

Ketiga, perbuatan dosa berpotensi menimbulkan permusuhan. Ia menegaskan bahwa semakin jauh hubungan manusia dengan Allah, maka hubungan dengan sesama juga akan semakin buruk.

“Banyak konflik dan tindakan kekerasan berakar dari perilaku menyimpang yang dibiarkan terus-menerus,” ungkapnya.

Keempat, dosa dapat memicu kerusakan dan bencana. Ia mencontohkan kisah umat terdahulu yang mendapatkan azab akibat penyimpangan kolektif terhadap ajaran Allah.

Menurutnya, berbagai bencana yang terjadi saat ini perlu menjadi bahan introspeksi bagi umat manusia untuk kembali kepada jalan yang benar.

Kelima, dosa akan berujung pada siksa di akhirat. Ia menegaskan bahwa setiap pelanggaran terhadap syariat akan mendapatkan balasan yang setimpal di kehidupan setelah dunia.

Di akhir kajian, Ahmad Sukidi mengajak jamaah untuk memperkuat keimanan, memperbaiki diri, dan menjauhi segala bentuk dosa, baik yang tampak maupun tersembunyi.

“Sudah saatnya kita introspeksi diri dan kembali kepada Allah, agar rahmat dan keberkahan kembali hadir dalam kehidupan kita,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!