JAKARTA, MENARA62.COM — Suasana haru menyelimuti kegiatan Pondok Ramadan yang digelar Rumah Sakinah Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026). Politisi Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Wa Ode Herlina, tak kuasa menahan air mata saat menyaksikan langsung perjuangan para perempuan penyintas.
Kegiatan tersebut diikuti 40 perempuan binaan yang berasal dari berbagai latar belakang rentan, seperti penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), korban perdagangan orang, hingga perempuan marginal perkotaan, termasuk warga Rusun Conver Kemayoran.
Mendengar kisah kehidupan para peserta, Wa Ode Herlina tampak terharu. Dalam sambutannya, ia menyampaikan refleksi sekaligus permohonan maaf karena selama ini perhatian terhadap kelompok rentan dinilai belum maksimal.
“Kami mohon maaf karena mungkin belum sepenuhnya hadir untuk ibu-ibu semua. Selama ini kami lebih banyak disibukkan dengan pembangunan yang bersifat makro dan fisik,” ujarnya dengan suara terbata-bata.
Ia juga mengapresiasi peran Muhammadiyah, khususnya Rumah Sakinah, yang dinilai konsisten menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat lapisan bawah. Ke depan, ia berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam program pemberdayaan perempuan dan perlindungan kelompok rentan di DKI Jakarta.
Pondok Ramadan tahun ini mengusung tema “Ramadan Berdaya: Membangun Kemandirian dan Memuliakan Martabat Warga Rentan”. Sejumlah narasumber turut mengisi kegiatan dengan materi yang beragam, mulai dari kesehatan reproduksi perempuan, pemberdayaan ekonomi digital, peluang usaha, pendidikan Islam dalam keluarga, hingga penguatan spiritual Ramadan.
Ketua Rumah Sakinah, M. Arif An, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemberdayaan ekonomi, tetapi juga penguatan aspek spiritual.
“Program pemberdayaan tidak akan berhasil tanpa diimbangi dengan kekuatan spiritual, baik kesalehan pribadi maupun sosial,” ungkapnya.
Selain pembinaan spiritual, kegiatan ini juga menjadi momentum peluncuran tiga program pemberdayaan baru di Rumah Sakinah Muhammadiyah yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi dan keterampilan warga binaan.
Kegiatan Pondok Ramadan ditutup secara resmi oleh M. Arif An dengan pesan optimisme agar seluruh peserta mampu bangkit, mandiri, dan menjalani kehidupan yang lebih bermartabat.
Melalui kegiatan ini, Rumah Sakinah Muhammadiyah menegaskan komitmennya dalam mendampingi perempuan rentan agar dapat bangkit dan berdaya, sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang lebih adil dan inklusif. (Misran Lubis)

