NGAWI, MENARA62.COM
Di tengah suasana Ramadhan 1447 H, semangat pengabdian tetap menyala di Desa Krandegan Ngawi Jawa Timur, Wakil Rektor Universitas Darussalam Gontor, Ustadz Hafid Zeid, turun langsung meninjau pengembangan Waduk Selo Majid Krandegan dan Kantor Balai Desa, Rabu (25/2) pukul 09.00 WIB. Kunjungan ini menjadi bagian dari survei lapangan untuk memantau progres program pengembangan waduk yang digarap Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik 38 (KKNT 38) UNIDA Gontor.
Sejak pagi, rombongan menyusuri area waduk yang kini mulai berbenah. Sejumlah titik fasilitas umum tampak ditata ulang: jalur pejalan kaki dirapikan, serta ruang terbuka publik disiapkan agar lebih ramah bagi warga dan pengunjung. Survei ini dilakukan untuk memastikan arah pengembangan tetap sejalan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi pariwisata lokal Desa Krandegan.
Di tengah teriknya matahari dan kondisi berpuasa, para mahasiswi KKNT 38 tetap aktif melakukan pendampingan dan pemantauan lapangan. “ Kehadiran pimpinan kampus di lokasi menjadi penyemangat tersendiri” tutur Nisriinaa salah satu peserta KKNT 38 Kradegan. Kegiatan ini menegaskan bahwa program pengabdian masyarakat tidak sekadar formalitas, tetapi menuntut kehadiran langsung, dialog, serta evaluasi berbasis kondisi riil di lapangan.
Ustadz Hafid Zeid mengapresiasi progres yang telah dicapai tim KKNT 38 bersama pemerintah desa. “Saya melihat progres yang cukup signifikan dalam pengembangan waduk ini. Harapannya, waduk ini dapat menjadi batu loncatan bagi warga sekitar dalam menunjang perekonomian setempat,” ujarnya di sela peninjauan. Menurutnya, pengembangan fasilitas publik harus diarahkan pada manfaat jangka panjang, baik sebagai ruang interaksi sosial maupun penggerak ekonomi mikro berbasis pariwisata desa.
Program pengembangan Waduk Selo Majid Krandegan diposisikan sebagai ikon desa yang diharapkan mampu menarik kunjungan masyarakat sekitar. Selain aspek estetika, tim KKNT 38 juga menaruh perhatian pada kebersihan, keamanan, dan keberlanjutan pengelolaan. Pendekatan partisipatif dengan melibatkan perangkat desa dan warga setempat menjadi kunci agar hasil program dapat dirawat setelah masa KKNT berakhir.
Perangkat Desa Krandegan menyampaikan dukungan terhadap inisiatif mahasiswa dan pihak kampus. Sinergi ini dinilai penting untuk mempercepat penataan fasilitas umum sekaligus membangun rasa memiliki di kalangan warga. “Kami berharap waduk ini menjadi ruang publik yang hidup, nyaman, dan produktif,” ujarnya.
Dengan pemantauan langsung dari pimpinan UNIDA Gontor, program KKNT 38 memperoleh legitimasi sekaligus dorongan moral. Ke depan, pengembangan Waduk Selo Majid Krandegan diharapkan tidak hanya memperindah wajah desa, tetapi juga membuka peluang usaha kecil, menggerakkan ekonomi lokal, serta memperkuat citra Krandegan sebagai desa yang adaptif dan kolaboratif.
Wakil Rektor UNIDA Gontor Apresiasi KKNT 38 Pengembangan Waduk Selo Majid Krandegan
- Advertisement -
