JAKARTA, MENARA62.COM — Sepuluh perguruan tinggi swasta (PTS) Indonesia masuk dalam Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027 yang dirilis Rabu (30/9/2026). Pemeringkatan tersebut menunjukkan kiprah PTS Indonesia dalam persaingan pendidikan tinggi di tingkat global.
Menariknya, empat dari 10 PTS yang masuk dalam daftar tersebut merupakan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), yakni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
THE WUR 2027 mencakup 2.297 perguruan tinggi dari 118 negara dan wilayah. Pemeringkatan menggunakan 17 indikator yang dikelompokkan ke dalam lima pilar, yakni Teaching, Research Environment, Research Quality, International Outlook, dan Industry.
UMS dan BINUS Teratas
Dalam daftar PTS Indonesia, posisi teratas ditempati BINUS University dan UMS yang sama-sama berada pada rentang peringkat dunia 1.401–1.600 dengan overall score 27,3–30,4.
Meski berada pada rentang yang sama, keduanya memiliki kekuatan berbeda. BINUS University mencatat skor tinggi pada indikator Industry sebesar 54,7. Sementara UMS menonjol pada Research Quality dengan skor 57,3.
Pada rentang 1.601–1.800, terdapat Telkom University dan UAD. Telkom University mencatat skor International Outlook sebesar 55,9, sedangkan UAD memperoleh skor Research Quality 49,8.
Empat perguruan tinggi berikutnya berada pada rentang 1.801–2.000, yakni Unika Atma Jaya, Universitas Islam Indonesia (UII), UMY, dan Universitas Pelita Harapan (UPH).
UMY mencatat skor International Outlook sebesar 56,3. Pada indikator yang sama, Unika Atma Jaya memperoleh 47,6, UII 36,7, dan UPH 22,4.
Sementara itu, pada kelompok peringkat 2.001+, terdapat UMM dan Universitas Trisakti. UMM mencatat skor Research Quality 31,3 dan International Outlook 33,0. Adapun Universitas Trisakti memperoleh skor Teaching sebesar 27,3.
Empat PTMA Masuk Peta Global
Masuknya UMS, UAD, UMY, dan UMM memperlihatkan keberadaan PTMA dalam peta persaingan PTS Indonesia di tingkat global.
Keempat kampus tersebut memiliki posisi berbeda dalam THE WUR 2027. UMS berada pada rentang 1.401–1.600, UAD 1.601–1.800, UMY 1.801–2.000, sedangkan UMM berada pada kelompok 2.001+.
Dari sisi indikator, UMS dan UAD menunjukkan capaian menonjol pada Research Quality. UMY memiliki skor tinggi pada International Outlook, sedangkan UMM mencatat performa pada Research Quality dan International Outlook.
Berikut daftar 10 PTS Indonesia yang masuk THE WUR 2027:
No. Perguruan Tinggi Band Dunia Overall Score
1 BINUS University 1.401–1.600 27,3–30,4
1 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) 1.401–1.600 27,3–30,4
3 Telkom University 1.601–1.800 24,2–27,1
3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 1.601–1.800 24,2–27,1
5 Unika Atma Jaya 1.801–2.000 20,4–24,1
5 Universitas Islam Indonesia 1.801–2.000 20,4–24,1
5 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) 1.801–2.000 20,4–24,1
5 Universitas Pelita Harapan 1.801–2.000 20,4–24,1
9 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 2.001+ 12,2–20,3
9 Universitas Trisakti 2.001+ 12,2–20,3
Riset dan Internasionalisasi Jadi Sorotan
THE WUR 2027 menggunakan lima pilar untuk mengukur kinerja perguruan tinggi. Research Quality memiliki bobot 30 persen, disusul Teaching 29,5 persen dan Research Environment 29 persen.
Dua pilar lainnya adalah International Outlook dengan bobot 7,5 persen serta Industry sebesar 4 persen.
Perbedaan capaian indikator tersebut menunjukkan setiap perguruan tinggi memiliki karakteristik dan kekuatan masing-masing. Ada kampus yang lebih menonjol dalam kualitas riset, sementara lainnya unggul dalam internasionalisasi, pengajaran, maupun keterlibatan dengan industri.
Selain perguruan tinggi yang memperoleh ranking band, THE WUR juga mencatat institusi berstatus Reporter. Kelompok ini terdiri atas perguruan tinggi yang telah menyerahkan data kepada THE, tetapi belum memenuhi kriteria untuk masuk dalam pemeringkatan.
Bagi PTS Indonesia, masuknya 10 kampus tersebut dalam THE WUR 2027 menjadi salah satu gambaran mengenai posisi perguruan tinggi nasional dalam ekosistem pendidikan tinggi global.
Kehadiran empat PTMA sekaligus juga menunjukkan bahwa penguatan riset, kualitas pendidikan, internasionalisasi, dan kolaborasi industri menjadi bagian penting dalam membangun daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat dunia. (*)

