30 C
Jakarta

#12 – Kemungkinan itu masih ada

Baca Juga:

Adzan Maghrib masjid kampung berkumandang. Bersahutan. Meski dengan nada yang berbeda. Seiring dengan redupnya sinar matahari. Tenggelam di telan bumi. Aku lihat Rohman masih suntuk dengan latihan soal-soalnya, seolah gak mendengar suara adzan. Aku coba dekati. Pelan.
“Adzan, le..”
“Ya..” Jawabnya tanpa menengok aku. Aku dekatkan lenganku. Hingga menyentuh lengannnya. sembari ekor mataku melirik, sedang apa Rohman dengan laptopnya. Ternyata memang sedang mengerjakan soal. Tetapi waktu sholat tidak beranjak membuatku gelisah.
“Usaha boleh maksimal, tetapi jangan tinggalkan sholat le. Atau Sholatnya ditunda-tunda…”
“Iya, sebentar, pak,”
Intonasinya meninggi. aku tinggalkan ke masjid. Berjamaah. Terlambat sebentar. Masbuk. Ingatanku ke Rohman, Apakah sudah meninggalkan soal-soalnya kemudian sholat. Tidak terasa Shorib  Maghrib selesai, tidak berlama-lama aku dzikir, segera pulang. Buru-buru aku menuju ruang tamu. Ternyata Rohman sudah Maghrib. Aku lihat dari sarung di kamar yang acak-acakan, sementara dirinya sedang mandi. Padahal cuaca dingin. Jadi soal mengatur waktunya Rohmaak n agak kedodoran. Waktunya sholat mandi. Begitu sebaliknya. (bersambung )

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!