30 C
Jakarta

536 Kepala Madrasah Muhammadiyah Ikuti Capacity Building di UMS

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menegaskan perannya sebagai pusat penguatan pendidikan Muhammadiyah dengan menjadi tuan rumah kegiatan Capacity Building Madrasah Muhammadiyah Jawa Tengah bertajuk “Menjadi Kepala Madrasah yang Amanah, Maju, dan Hebat”, yang digelar di Auditorium Moh. Djazman Kampus 1 UMS, Sabtu (7/2).

 

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah sebagai upaya konsolidasi dan penguatan kapasitas kepemimpinan kepala madrasah di tengah dinamika perubahan zaman.

 

Sebanyak 536 kepala madrasah Muhammadiyah dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, hingga Aliyah se-Jawa Tengah tercatat hadir dalam forum tersebut, melampaui jumlah pendaftar awal yang mencapai 455 peserta.

 

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan bahwa pengelolaan madrasah sejatinya memiliki kesamaan prinsip dengan pengelolaan perguruan tinggi.

 

“Yang kita kelola sama-sama manusia. Bedanya hanya pada jenjang. Maka kepala madrasah harus memiliki visi kepemimpinan yang kuat dan adaptif,” ujar Harun dalam sambutannya.

 

Ia menekankan konsep UNDC, yakni Unique, Different, Champion, dan Collaborative, sebagai landasan strategis kepemimpinan kepala madrasah Muhammadiyah agar mampu membangun ciri khas, keunggulan, serta daya saing berkelanjutan.

 

Menurutnya, keunikan dan perbedaan harus dimaknai secara positif sebagai kekuatan branding dan kekhususan yang tidak mudah ditiru, sementara mental champion menuntut keberanian untuk menjadi unggul dan progresif.

 

Selain itu, Harun juga mendorong penguatan konsorsium antarmadrasah Muhammadiyah, termasuk gagasan kolaboratif membangun madrasah unggulan di wilayah Indonesia Timur sebagai wujud dakwah pendidikan yang konkret dan berkemajuan.

 

“Forum ini tidak boleh berhenti pada diskusi, tetapi harus melahirkan aksi nyata untuk kemajuan madrasah Muhammadiyah,” tegasnya.

 

Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Tengah yang diwakili Rohmat Suprapto, S.Ag., M.Si., menyebut kegiatan ini sebagai momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya kepala madrasah Muhammadiyah se-Jawa Tengah dikumpulkan dalam satu forum besar.

 

Ia menilai kehadiran ratusan kepala madrasah menjadi modal penting untuk melakukan transformasi madrasah Muhammadiyah agar tidak hanya unggul dalam religiusitas, tetapi juga dalam pengembangan intelektual dan kompetensi peserta didik.

 

“Kepala Madrasah Muhammadiyah harus amanah, maju, dan hebat. Madrasah tidak boleh terjebak stigma, tetapi harus menjadi pusat pembentukan karakter, moral, dan kecerdasan,” ujarnya.

 

Dukungan juga disampaikan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah yang diwakili Dodok Sartono. Ia mengajak para kepala madrasah untuk terus berinovasi, mandiri, dan tidak membatasi kinerja hanya pada keterbatasan fasilitas maupun kesejahteraan.

 

“Kalau ingin madrasah maju, kuncinya disiplin, ikhlas, dan kerja keras. Jangan menunggu bantuan, tapi ciptakan added value yang membuat madrasah dicari masyarakat,” pesannya.

 

Kegiatan ini turut menghadirkan keynote speaker Kasubdit Bina GTK MA/MAK Kementerian Agama RI, Dr. Anis Masykur, M.A., serta dibuka secara resmi oleh perwakilan Majelis Dikdasmen-PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Drs. H. Unang Rahmat, M.Ed., MM.

 

Melalui forum ini, UMS tidak hanya menjadi lokasi kegiatan, tetapi juga berperan strategis sebagai ruang konsolidasi gagasan, penguatan ideologi, dan pengembangan kepemimpinan pendidikan Muhammadiyah menuju madrasah yang unggul dan berkemajuan. (* )

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!