30 C
Jakarta

6000 Jama’ah Hadiri Silaturahmi Syawal Dan Pamitan Calon Jamaah Haji Muhammadiyah Sleman

Baca Juga:

SLEMAN, MENARA62.COM
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman menggelar Silaturahmi Syawal yang dirangkaikan dengan pamitan haji 1447 H pada Ahad (12/4) di Masjid Agung Sleman dr. Wahidin Sudiro Husodo. Kegiatan yang dihadiri sekitar 6.000 jamaah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se-Kabupaten Sleman serta 369 calon jamma’ah haji dari keluarga besar Muhammadiyah Sleman.
Ketua PDM Sleman, H. Harjaka, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga soliditas dan semangat persyarikatan. “Kita harus terus menjaga kekuatan dan semangat Muhammadiyah dalam bersinergi untuk memajukan Kabupaten Sleman,” ujarnya. Ia juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri serta permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh jamaah. Tak lupa, Harjaka mendoakan para calon jamaah haji agar diberikan kelancaran dalam menunaikan ibadah dan menjadi haji yang mabrur.
Sementara itu, Bupati Sleman yang diwakili Sekretaris Daerah, Drs. Susmiarto, M.M., berharap nilai-nilai Ramadan dapat terus terjaga. “Semoga seluruh amal ibadah selama bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT dan menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas kehidupan ke depan,” ungkapnya.
Ketua PWM DIY yang diwakili Dr. H. Yayan Suryana menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang baik. “Tata kelola organisasi yang profesional dan akuntabel menjadi fondasi dalam membangun silaturahmi yang kokoh dan berkelanjutan,” katanya.
Acara inti diisi pengajian oleh Muhammad Rofiq Muzakkir, Lc., M.A., Ph.D., Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk menjadikan bulan Syawal sebagai momentum peningkatan kualitas diri. “Syawal adalah bulan peningkatan. Apa yang kita capai di Ramadan harus kita tingkatkan, baik ibadah, kerukunan sosial, maupun produktivitas,” tuturnya.
Rofiq juga menyoroti perubahan besar yang tengah dihadapi umat, khususnya dalam era digital. Ia menyebut dakwah kini semakin efektif dilakukan melalui platform digital yang dekat dengan generasi muda. “Siapa yang mampu menguasai algoritma media sosial, maka dialah yang akan didengar,” jelasnya. Bahkan, menurutnya, pengajian kini telah merambah ruang virtual seperti platform gim, menunjukkan fleksibilitas dakwah Muhammadiyah dalam mengikuti perkembangan zaman.
Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah fatwa terbaru Majelis Tarjih, termasuk terkait aset digital dan kripto. “Aset digital kini diakui sebagai harta bernilai. Karena itu, jika telah mencapai nisab, wajib dizakati,” tegasnya. Selain itu, ia juga menjelaskan fatwa terbaru terkait penyembelihan dam haji yang memungkinkan dilakukan di tanah air demi kemaslahatan yang lebih luas, termasuk aspek distribusi dan lingkungan.
Dalam kajian tersebut, Rofiq turut mengulas konsep “ulil amri” dalam perspektif Al-Qur’an. Ia menekankan bahwa ketaatan kepada pemimpin bersifat kondisional, yakni selama dalam koridor kebaikan. “Ketaatan itu hanya dalam hal yang makruf. Pemimpin harus amanah dan adil, sementara masyarakat wajib taat selama dalam kebaikan,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini selain kalangan Muhammadiyah hadir pula dari jajaran Forkopimda Sleman, amal Usaha Muhammadiyah se Sleman dan UMKM napak hadir juga Anggota DPR RI Totok Daryanto, DPRD DIY Raden Inoki AP , H. Respati AS SIP DPRD Sleman serta disela acara dilakukan pemeriksaan Kesehatan untuk para hadirin.
Dengan semangat Syawal, Muhammadiyah Sleman diharapkan mampu terus berkontribusi dalam pembangunan daerah dan umat secara berkelanjutan.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!