SLEMAN, MENARA62.COM
Komunitas Jumat Berkah (KJB) bersama Paguyuban Pedagang Pasar Prambanan menggelar acara Syawalan pada Sabtu (11/4/2026) siang di kawasan Pasar Prambanan. Kegiatan ini dihadiri sekitar 700 undangan dari berbagai unsur, termasuk perwakilan Disperindag Kabupaten Sleman, UPTD Pelayanan Pasar Wilayah 4, unsur Forkopimka Prambanan, tokoh agama, serta perwakilan 25 pondok pesantren dan panti asuhan binaan se DIY dan JAwa Tengah.
Ketua panitia, Taugah Budiono, dalam sambutannya menegaskan bahwa Syawalan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan membersihkan hati, Dia juga menyoroti pentingnya kebersamaan di lingkungan pasar tradisional. Menurutnya, Pasar Prambanan bukan hanya tempat mencari rezeki, tetapi juga ruang membangun persaudaraan dan kekeluargaanbdan guyub rukun yang menjadi kekuatan utama pasar tradisional,” imbuhnya.
Apresiasi disampaikan kepada Kepala UPTD Pelayanan Pasar Wilayah 4, Sumarno, atas dukungan dan pembinaan yang selama ini diberikan. Taugah menyebut, peran pemerintah melalui Disperindag dan UPTD sangat signifikan dalam mendorong Paguyuban Pedagang dan KJB menjadi komunitas yang lebih tertata, kuat, berkembang berdampak nyata untuk masyarakat dan dipercaya masyarakat.
Dampak tersebut terlihat dari capaian kegiatan sosial KJB yang semakin luas. Dari awalnya hanya kegiatan kecil, kini komunitas tersebut mampu menyalurkan sekitar 6 ton bantuan kepada kurang lebih 25 panti asuhan dan pondok pesantren, serta kaum dhuafa di wilayah DIY hingga Jawa Tengah, meliputi Gunungkidul, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Klaten, dan Wonogiri.
Sekretaris Komunitas Jumat Berkah Fatkhi Narpati dalam sambutannya menjelaskan bahwa KJB lahir sekitar tahun 2019 dari kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, khususnya anak yatim. “Berawal dari niat sederhana melihat kondisi sekitar, kami menggalang sedekah sayuran dari para pedagang. Alhamdulillah, kini manfaatnya semakin luas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, awalnya kegiatan hanya terfokus pada hari Jumat, sesuai dengan nama komunitas. Namun kini, kegiatan sosial telah berjalan hampir setiap hari. “Dulu hanya hari Jumat, sekarang hampir setiap hari ada penyaluran. Ke depan, mungkin bukan lagi Jumat Berkah, tapi setiap hari berkah,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sesi kajian, Ustadz H. Ponco Budi Susilo, M.A., M.S.I mengangkat tema Syawalan dengan merujuk pada Al-Qur’an, di antaranya Surat Ali Imran ayat 134 menjelaskan ciri-ciri orang bertakwa yang dicintai Allah, infak dalam lapang maupun sempit, menahan amarah, dan memaafkan kesalahan orang lain. Ia juga menyampaikan bahwa sedekah di jalan Allah akan dilipatgandakan hingga 700 kali lipat.
“Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah akan dikembalikan berlipat, ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus berbagi,” jelasnya.
Ia turut mengutip pesan dari Surat Ar-Ra’d ayat 11 tentang pentingnya perubahan diri sebagai kunci keberhasilan, serta berharap para santri binaan dapat meraih kesuksesan di masa depan.
Acara Syawalan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, pedagang, dan komunitas sosial dalam membangun pasar yang bersih, tertib, aman, dan nyaman. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dapat menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat.
“Kami berharap Pasar Prambanan semakin maju dan menjadi pusat ekonomi sekaligus pusat kepedulian sosial,” tutup Taugah Budiono.
700 Peserta Ikuti Syawalan KJB dan Pedagang Pasar Prambanan Sleman
- Advertisement -

