26.4 C
Jakarta

Mahasiswa UMJ Raden Alka Raih Penghargaan Beasiswa Cendekia BAZNAS Menulis

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Raden Alka Wali Hakim, mahasiswa semester 6 (enam) Program Studi Manajemen Zakat Wakaf Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) berhasil memenangkan kompetisi Beasiswa Cendekia Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Menulis. Melalui tulisannya berjudul Zakat dan Pemberdayaan Masyarakat, Efektifkah dalam Memberdayakan Masyarakat? yang dimuat di kolom retizen republika.co.id pada 15 Juni 2022, menjadi satu dari tiga tulisan yang terpilih dan berhak mendapatkan beasiswa dari Lembaga Beasiswa BAZNAS pada kurun pekan pertama Juli 2022.

Kompetisi beasiswa BAZNAS ini digelar sejak Juni hingga September 2022. Setiap dua pekan sekali, tim juri dari Lembaga Beasiswa BAZNAS akan memilih tiga tulisan terbaik dari para peserta yang jumlahnya mencapai ribuan mahasiswa untuk mendapatkan apresiasi dari BAZNAS.

Dalam tulisannya, Alka yang menyukai dunia tulis menulis memaparkan panjang lebar bagimana zakat, infaq, shodaqoh, dan waqaf yang diatur dalam Al Quran dapat membantu perekonomian masyarakat, khususnya mengentaskan kemiskinan. Ia juga menegaskan bahwa Islam membawa ajaran untuk membebaskan kaum miskin, oleh karenanya kemiskinan seharusnya bersifat sementara. Islam menyerukan umatnya untuk memberi zakat, bukan menerima zakat.

Saat namanya terpilih menjadi satu dari tiga tulisan pilihan dewan juri, Alka sangat gembira. “Penghargaan ini memacu saya untuk terus mengasah ketrampilan menulis saya. Saya berharap ke depan kemampuan menulis saya bisa terus berkembang,” katanya.

Pengumuman tulisan terbaik diterima melalui mentor Alka pada progam Beasiswa Cendekia BAZNAS Dr. Endang Rudiatin, M.Si pada Sabtu (16/07). Endang Rudiatin, yang juga dosen Program Magister Ilmu Administrasi FISIP UMJ, mengaku bangga atas usaha dan upaya Alka dalam menulis. ’’Kewirausahaan dan zakat menjadi tema utama dalam kegiatan mentoring kami sebelum membahas topik-topik yang lain,” jelasnya.

Pemahaman Alka dan teman-temannya sebagai peserta penerima Beasiswa Cendekia Baznas tentang zakat sangat dipengaruhi dengan pengalaman-pengalaman spiritual mereka tentang dahsyatnya zakat bagi setiap orang yang memiliki masalah berat. “Dalam menulis, Alka tekun dan rajin. Menulis itulah kelebihan Alka,” ungkap Endang.

Menurutnya Alka masih tetap perlu belajar, agar dapat menulis lebih baik lagi. Endang juga berharap Alka menjadi penulis keilmuan Islam yang terkenal suatu saat nanti.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!