JAKARTA, MENARA62.COM — Suasana khidmat menyelimuti Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta, saat prosesi pelepasan Relawan KAWANMU (Korps Relawan Sosial Muhammadiyah) MPKS PP Muhammadiyah. Tim spesialisasi Psikososial gelombang pertama ini diberangkatkan untuk mengemban misi kemanusiaan di dua titik bencana, yakni Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dan Pidie Jaya, Aceh.
Hadir langsung untuk melepas keberangkatan tim, Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ustadz Izzul Muslimin. Dalam arahannya, ia menyampaikan apresiasi atas peran strategis KAWANMU dalam peta dakwah kemanusiaan Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa kerja-kerja kemanusiaan harus dijalankan melalui mekanisme kelembagaan yang kuat, profesional, serta dapat dipertanggungjawabkan agar kepercayaan publik tetap terjaga.
“Perlu mekanisme dan kelembagaan yang baik serta pertanggungjawaban yang jelas, sehingga masyarakat memiliki kepercayaan. Ketika ada donatur mempercayakan bantuannya, KAWANMU harus mampu menyampaikan amanah tersebut dengan baik,” tegas Ustadz Izzul.
Dalam kesempatan tersebut, PP Muhammadiyah juga menyampaikan tiga pesan utama kepada para relawan KAWANMU. Pertama, relawan diminta untuk bekerja secara terukur, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta tidak memaksakan diri hingga menguras energi dan menyulitkan pihak lain.
Kedua, para relawan diingatkan bahwa mereka merupakan Duta Persyarikatan yang membawa nama baik Muhammadiyah dan KAWANMU. Oleh karena itu, relawan diharapkan mampu menjaga sikap, perilaku, serta memberikan keteladanan yang baik demi memperbaiki kondisi dan situasi di lapangan.
Ketiga, relawan diminta untuk senantiasa menjaga niat dan motivasi. Mengingat tantangan di lapangan tidak mudah, maka motivasi kemanusiaan harus sejalan dengan tujuan awal pengabdian serta diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang penuh tanggung jawab.
Dalam arahannya, Ustadz Izzul Muslimin juga menyinggung filosofi Bunyanun Marshush sebagaimana termaktub dalam Surat As-Shaff ayat 4. Ia menekankan pentingnya persatuan, kedisiplinan, dan kerapian koordinasi dalam setiap kerja kemanusiaan.
“Allah menyukai hamba-Nya yang berjuang dalam barisan yang teratur, seperti bangunan yang tersusun kokoh (bunyanun marshush). Dalam konteks kebencanaan dan sosial, ini berarti tidak boleh ada celah, harus ada kerapian koordinasi, dan bersatu di bawah satu kepemimpinan. Kehadiran KAWANMU merupakan wujud nyata dari barisan kokoh tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris MPKS PP Muhammadiyah, Jasra Putra, memaparkan bahwa hingga saat ini tercatat sekitar 500 relawan KAWANMU telah masuk dalam proses rekrutmen dan sedang mengikuti tahapan pelatihan serta pemberangkatan secara bergelombang.
“MPKS akan terus melatih relawan KAWANMU secara masif di seluruh daerah, tidak hanya di Sumatera. Ke depan, kami mengutamakan optimalisasi relawan lokal di daerah masing-masing agar respons terhadap persoalan sosial dan kebencanaan bisa lebih cepat dan mandiri. Bukan berarti kita menginginkan bencana terjadi, tetapi bagaimana kita sudah bersiap ketika bencana itu datang,” jelas Jasra Putra.
Ia menambahkan bahwa penguatan kapasitas relawan daerah merupakan bagian dari strategi jangka panjang MPKS PP Muhammadiyah dalam membangun sistem respons kemanusiaan yang berkelanjutan, terkoordinasi, dan berbasis kekuatan lokal.
Ketua Satgas Relawan KAWANMU MPKS PP Muhammadiyah, H. M. Arif An, menjelaskan bahwa tim Psikososial gelombang pertama ini akan langsung berintegrasi dengan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) yang telah lebih dahulu berada di lokasi bencana.
“Alhamdulillah, tim psikososial yang diinisiasi MPKS ini akan bergabung dengan rekan-rekan MDMC di Tapanuli Selatan dan Pidie Jaya. Kepercayaan ini menjadi momentum bahwa KAWANMU akan selalu siap hadir di garis depan kegiatan sosial dan kebencanaan. Kami hadir untuk melengkapi kekuatan Muhammadiyah dalam melayani umat,” ujar Arif An yang juga Tenaga Ahli Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal ini.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tim asistensi KAWANMU di lapangan juga memperoleh dukungan dari jejaring kader Muhammadiyah lintas sektor, termasuk unsur kepolisian, sebagaimana ditunjukkan oleh dukungan Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Faisol Amir.
Dengan dilepas secara resmi oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Relawan KAWANMU membawa mandat besar: tidak hanya membantu pemulihan fisik dan mental warga terdampak, tetapi juga menghadirkan dakwah rahmatan lil ‘alamin melalui aksi kemanusiaan yang terorganisir, profesional, dan berlandaskan amanah. (Nia NP)
