SOLO, MENARA62.COM – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menapakkan langkah strategis dalam penguatan internasionalisasi. Dua mahasiswanya, Annisa Diah Miftakhul Awalin dan Qonita Lathifatus Tsaniyah, resmi menjalani Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN Dik) di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi.
Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., menjelaskan bahwa orientasi awal KKN Dik telah dilaksanakan pada Selasa (14/1/2026). Kegiatan tersebut meliputi perkenalan dengan civitas sekolah, mulai dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kerja sama, hingga calon guru pamong.
“Anissa dan Qonita sudah melaksanakan orientasi awal. Mereka berkenalan di pojok-pojok sekolah, bertemu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta calon guru pamong. Bahkan sempat berinteraksi dengan beberapa siswa,” ungkap Anam, Kamis, (15/1).
Ia menuturkan, KKN Dik di SIJ memberikan pengalaman internasional yang sangat berharga. Sekolah tersebut dihuni oleh siswa dengan latar belakang beragam, termasuk anak-anak undocumented keturunan Indonesia dengan berbagai kombinasi pasangan, baik Arab, migran non-Indonesia, maupun sesama WNI.
“Nuansanya benar-benar global dan internasional. Saya berharap kedua mahasiswa ini mampu memberikan kontribusi terbaik sebagai calon guru, sekaligus mengaplikasikan diri sebagai pengajar di Sekolah Indonesia Jeddah,” tegasnya.
Menurut Anam, program ini menjadi bukti konkret komitmen FKIP UMS dalam mendukung visi UMS Mendunia.
“Ini wujud nyata FKIP Go Internasional. Bukan sekadar wacana, tapi bukti bahwa mahasiswa UMS benar-benar terjun langsung melaksanakan KKN Dik di luar negeri,” tambahnya.
Salah satu peserta KKN, Qonita Lathifatus Tsaniyah, mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani FKIP UMS, mengungkapkan motivasinya mengikuti program tersebut.
“Sebagai umat muslim, tentu kesempatan umroh menjadi benefit terbesar. Selain itu, kami ingin mengenal budaya Arab dan mendalami bagaimana kondisi Sekolah Indonesia di Jeddah,” ujarnya.
Senada, Annisa Diah Miftakhul Awalin menyampaikan bahwa program ini juga selaras dengan latar belakang keilmuan mereka.
“Awalnya kami ditawari untuk mendaftar karena kampus mencari mahasiswa yang memiliki kompetensi kesenian dan keolahragaan. Dari 16 pendaftar, Alhamdulillah kami berdua terpilih,” jelas Annisa.
Keduanya berangkat ke Arab Saudi pada 12 Januari 2025 dan secara resmi diserahkan ke pihak sekolah pada 14 Januari. Program KKN Dik dijadwalkan berlangsung hingga 8 Februari 2025.
“Hari ini orientasi, room tour sekolah, dan sore nanti kami melaksanakan umroh. Besok baru mulai eksekusi program kerja di lapangan,” tutur Qonita, Kamis (15/1).
Pengalaman pertama ke luar negeri menjadi momen berkesan bagi keduanya. “Bikin paspor pertama, penerbangan internasional pertama, dan langsung ke Arab. Rasanya luar biasa,” ungkap Annisa antusias.
Keduanya berharap program kerja yang dirancang dapat berjalan lancar dan adaptif dengan budaya setempat. “Semoga proker kami bisa berjalan baik dan memberi manfaat,” kata Qonita.
Annisa menambahkan, ia berharap ke depan jumlah peserta KKN Dik internasional bisa lebih banyak. “Semoga tahun depan tidak hanya dua orang saja, karena minat mahasiswa cukup tinggi dan sambutan dari pihak sekolah juga sangat baik,” ujarnya.
Program KKN Dik internasional ini, lanjutnya, diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa UMS lainnya untuk berani mengambil kesempatan belajar dan mengabdi di level global, sekaligus mengharumkan nama almamater di kancah internasional. (*)
