30 C
Jakarta

Orientasi PPG 2026, FKIP UMS Cetak Guru Adaptif Kreatif

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kegiatan penyambutan dan orientasi bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengenalan awal terkait sistem pembelajaran, akademik, serta budaya akademik yang diterapkan di UMS.

 

Dekan FKIP UMS Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., menyambut para mahasiswa dengan hangat. Ia menyampaikan bahwa FKIP UMS menjadi fakultas penyumbang prestasi terbanyak untuk kampus.

 

Tidak hanya itu, beberapa kali UMS juga menjadi penyelenggara PPG dengan peserta terbanyak. Sebanyak 368 mahasiswa PPG hadir mengikuti orientasi.

 

“Untuk yang ini jelas yang terbanyak, setahun ini masuk 10 besar. Minimal tiga tahun terakhir ini masuk terus, dipercaya, dalam artian, dari sisi kuantitas maupun kualitas,” ujar Anam, Jumat (30/1).

 

Akreditasi yang telah unggul dan persentase pengajar FKIP UMS dengan gelar doktor lebih dari 50% sekaligus didukung oleh beberapa guru besar menjadi nilai tambah kepercayaan penyelenggaraan program profesi.

 

“Ini alasan mengapa kita memiliki kepercayaan yang tinggi,” tutur Anam.

 

Anam berharap, mahasiswa bisa memperkuat FKIP, terlebih saat ini guru sedang menghadapi banyak tantangan. Anam mendorong agar mahasiswa profesi akan terus kreatif dan adaptif.

 

“Oleh karena itu, ini menjadi bagian dari yang harus kita matangkan. Harapan saya mereka menjadi guru yang profesional, modern, memahami AI, dan tentu mengupdate kurikulum yang terakhir yang berbasis pada pembelajaran mendalam dan dinamika-dinamika yang lain,” pungkas Anam.

 

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa PPG mendapatkan berbagai materi penting sebagai bekal mengikuti proses pendidikan selama program berlangsung. Salah satu materi utama yang disampaikan adalah pengenalan Learning Management System (LMS) UMS yang akan digunakan sebagai sarana pembelajaran daring. Selain itu mahasiswa juga diperkenalkan dengan jajaran pimpinan kampus.

 

Selain itu, mahasiswa juga diperkenalkan dengan model dan metode pembelajaran yang diterapkan di UMS, salah satunya adalah metode pembelajaran berbasis kasus (case method). Metode ini dirancang untuk melatih mahasiswa agar mampu berpikir kritis, menganalisis permasalahan nyata di dunia pendidikan, serta merumuskan solusi yang aplikatif dan profesional. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!