30.1 C
Jakarta

Dosen UMS Dampingi Guru PAUD Susun Modul PHBS Islami

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memperkuat implementasi Sekolah Sehat dengan mendampingi guru-guru PAUD Aisyiyah menyusun modul ajar Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) berbasis nilai-nilai Islam.

 

Program bertajuk “Penguatan Stratifikasi Sekolah Sehat melalui Pendampingan Integratif Penyusunan Modul Ajar Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di TK Aisyiyah Laweyan” itu digelar pada Sabtu (1/8/2026) di KB-TK Aisyiyah Program Unggulan Karangasem, Laweyan, Surakarta. Sebanyak 20 guru dari TK Aisyiyah mitra di wilayah Laweyan mengikuti kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M).

 

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapan sekolah menghadapi penilaian Stratifikasi Sekolah Sehat melalui penguatan kompetensi guru dalam menyusun modul ajar PHBS yang terintegrasi dengan Kurikulum Merdeka serta nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

 

Program pengabdian dilaksanakan melalui kemitraan dengan KB-TK Aisyiyah Program Unggulan Karangasem dan TK Aisyiyah Tunggulsari, Kecamatan Laweyan, Surakarta. Kedua sekolah dipilih setelah tim menemukan bahwa praktik PHBS telah berjalan baik, namun belum terdokumentasi secara sistematis dalam perangkat pembelajaran maupun dokumen pendukung Stratifikasi Sekolah Sehat.

 

Ketua Tim P2M PG-PAUD UMS, Dr. Junita Dwi Wardhani, M.Ed., mengatakan pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat harus ditanamkan sejak usia dini melalui pembelajaran yang terencana dan berkelanjutan.

 

“Guru PAUD memerlukan perangkat pembelajaran yang mampu mengintegrasikan aspek kesehatan, penguatan karakter, serta nilai-nilai keislaman sehingga budaya hidup sehat tidak hanya menjadi kebiasaan sesaat, tetapi tertanam dalam kehidupan sehari-hari anak,” ujar Junita, Kamis (6/8/2026).

 

Dalam pemaparannya, Junita menjelaskan penyusunan Modul Ajar PHBS Berbasis Nilai Islam sebagai strategi implementasi pembelajaran sekaligus memenuhi dokumen pendukung Stratifikasi Sekolah Sehat. Menurutnya, pendidikan kesehatan bagi anak usia dini harus dibangun melalui pembiasaan, bukan sekadar penyampaian materi.

 

Ia menekankan bahwa modul PHBS perlu mengintegrasikan capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka, pendekatan deep learning, kegiatan bermain yang bermakna (meaningful play), serta penguatan karakter Islami. Guru juga diperkenalkan pada indikator Sekolah Sehat yang diterjemahkan ke dalam tujuan pembelajaran, aktivitas bermain, proyek sederhana, hingga asesmen perkembangan anak.

 

Melalui pendampingan tersebut, implementasi PHBS diharapkan tidak lagi bersifat insidental, tetapi menjadi budaya sekolah yang terencana dan berkelanjutan.

 

Tim pengabdian juga mengarahkan guru mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran, seperti proyek “Duta PHBS Cilik”, Paspor PHBS yang melibatkan orang tua, Sudut PHBS Interaktif, Pohon Amal Sehat, QR Code Edukasi PHBS, Dashboard Sekolah Sehat, hingga Gerakan Jumat Sehat Aisyiyah.

 

Berbagai inovasi tersebut dirancang agar pembelajaran berlangsung lebih menyenangkan, kontekstual, kolaboratif, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini, sekaligus mendukung pemenuhan indikator Sekolah Sehat.

 

Kegiatan semakin komprehensif dengan kehadiran dua narasumber UMS, yakni Ayu Khoirotul Umaroh, S.KM., M.K.M., yang membahas implementasi PHBS serta indikator Sekolah Sehat di PAUD, dan Dr. drg. Ana Riolina, MPH, yang memaparkan indikator penilaian Stratifikasi Sekolah Sehat dari perspektif kesehatan masyarakat dan kesehatan gigi.

 

Selama pelatihan, para peserta aktif berdiskusi mengenai tantangan penerapan PHBS di sekolah masing-masing, mulai dari pembiasaan cuci tangan, pengelolaan sanitasi lingkungan, penguatan karakter hidup sehat, hingga strategi menyusun modul ajar sesuai indikator Stratifikasi Sekolah Sehat.

 

Setelah sesi pelatihan, guru memperoleh pendampingan teknis dalam menyusun modul ajar secara menyeluruh. Proses tersebut mencakup penyusunan identitas modul, tujuan pembelajaran, integrasi ayat Al-Qur’an dan hadis tentang kebersihan, indikator PHBS, pemilihan media pembelajaran inovatif, penerapan pendekatan Project Based Learning (PjBL), STEAM, experiential learning, hingga penyusunan alur pembelajaran.

 

Melalui program ini, UMS berharap guru PAUD memiliki perangkat pembelajaran yang tidak hanya memperkuat budaya hidup bersih dan sehat di sekolah, tetapi juga mendukung terciptanya satuan pendidikan yang memenuhi standar Stratifikasi Sekolah Sehat dengan berlandaskan nilai-nilai Islam. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!