33.5 C
Jakarta

Ketua DPP KNPI: Muktamar NU Harus Melahirkan Kepemimpinan yang Mampu Merangkul Semua Elemen

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Ketua Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Jiaul Haq, S.Sos., M.M., menyambut pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung di Pesantren Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026. Menurutnya, muktamar merupakan momentum strategis untuk memperkuat peran NU dalam menjawab tantangan keumatan, kebangsaan, dan dinamika perubahan global.

Jiaul Haq menilai kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk lima tahun ke depan tidak hanya dituntut mampu menjaga marwah organisasi, tetapi juga menghadirkan keteladanan, ketenangan, serta kemampuan membangun konsensus di tengah keberagaman pandangan yang menjadi kekuatan NU, Kamis (6/8/26).

“PBNU membutuhkan pemimpin yang matang secara organisasi, memiliki pengalaman panjang dalam mengelola dinamika umat, mampu merangkul seluruh elemen, serta mengedepankan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan. Kepemimpinan seperti inilah yang akan menjaga persatuan warga Nahdliyin sekaligus memperkuat kontribusi NU bagi bangsa,” ujar Jiaul Haq.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi NU ke depan semakin kompleks. Karena itu, sosok yang akan memimpin PBNU harus memiliki kemampuan membangun komunikasi lintas generasi, lintas organisasi, dan lintas sektor agar NU tetap menjadi rujukan dalam kehidupan keagamaan, sosial, dan kebangsaan.

“NU membutuhkan kepemimpinan yang menyejukkan, tidak reaktif, mampu menjadi pengayom, serta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan organisasi. Pengalaman memimpin lembaga besar dan kemampuan membangun kolaborasi di tingkat nasional menjadi modal penting untuk membawa PBNU semakin maju,” katanya.

Ia menambahkan, karakter kepemimpinan yang dibutuhkan tidak hanya kuat dalam gagasan, tetapi juga mampu menjaga stabilitas organisasi, memperkuat kaderisasi, mendorong pemberdayaan ekonomi umat, serta membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh komponen bangsa.

Menjelang Muktamar Ke-35, sejumlah tokoh disebut-sebut sebagai kandidat Ketua Umum PBNU. Di antaranya Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Marsudi Syuhud, Ketua Umum PBNU petahana KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, serta Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).

Jiaul Haq berharap para muktamirin dapat memilih pemimpin yang memiliki rekam jejak pengabdian, kapasitas kepemimpinan, serta kemampuan menjaga persatuan organisasi sehingga NU semakin kokoh sebagai organisasi Islam yang berperan aktif dalam membangun peradaban, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan mengawal kepentingan umat.

“Muktamar adalah forum permusyawaratan yang luhur. Saya yakin para muktamirin akan menentukan pilihan berdasarkan integritas, pengalaman, dan kapasitas kepemimpinan terbaik demi masa depan NU yang semakin kuat dan memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara,” tutup Jiaul Haq.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!