SOLO, MENARA62.COM — Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id turut menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui kegiatan “Gebyar Anak Merdeka” di MI Muhammadiyah PK Kartasura.
Kegiatan yang berlangsung pada 4–6 Agustus 2026 tersebut melibatkan seluruh siswa dan guru MI Muhammadiyah PK Kartasura. Beragam perlombaan disiapkan mahasiswa PLP II UMS dengan menyesuaikan karakteristik dan kemampuan peserta didik pada setiap fase.
Tak sekadar memeriahkan peringatan kemerdekaan, kegiatan tersebut dirancang sebagai sarana belajar melalui permainan yang menyenangkan. Siswa diajak mengembangkan kerja sama, ketangkasan, keberanian, sportivitas, hingga kreativitas.
Mahasiswa PLP II UMS, Alfina Dwiyanti, mengatakan kegiatan tersebut menjadi upaya menghadirkan pengalaman positif bagi peserta didik.
“Kegiatan ini dibuat dengan tujuan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memberikan pengalaman yang menyenangkan kepada siswa,” ujar Alfina, Minggu (23/8/2026).
Menurut dia, perlombaan tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan. Setiap permainan dirancang agar siswa mendapatkan pengalaman belajar melalui aktivitas yang melibatkan kerja sama dan interaksi.
“Kami ingin perlombaan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada siapa yang menang atau kalah, tetapi juga dapat melatih kerja sama, kekompakan, keberanian, ketangkasan, dan sportivitas siswa,” katanya.
Perlombaan Disesuaikan Fase Belajar
Mahasiswa PLP II UMS merancang jenis permainan berbeda untuk setiap fase. Permainan dipilih dengan mempertimbangkan usia, kemampuan, serta karakteristik peserta didik sehingga siswa dapat berpartisipasi secara aktif.
Pada Fase A, yang terdiri atas siswa kelas I dan II, perlombaan meliputi Estafet Karet dengan Sedotan, Estafet Sarung, dan Estafet Trenggiling.
Permainan tersebut diarahkan untuk melatih koordinasi gerak, kekompakan, sekaligus kemampuan mengikuti aturan permainan.
Sementara siswa Fase B kelas III dan IV mengikuti lomba Bawa Gelas Pakai Balon, Memasukkan Pensil dalam Botol, serta Estafet Trenggiling. Permainan tersebut mendorong siswa berkomunikasi dan bekerja sama dalam tim untuk menyelesaikan tantangan.
Adapun siswa Fase C kelas V dan VI mengikuti lomba Menjinakkan Bom, Estafet Tepung, Estafet Trenggiling, dan Suite Box. Tantangan pada fase ini dirancang lebih kompleks dengan mengasah strategi, koordinasi, ketelitian, serta kecepatan.
Guru Ikut Berlomba, Siswa Inklusi Terlibat
Kemeriahan Gebyar Anak Merdeka tidak hanya dirasakan siswa. Para guru juga ikut terlibat dalam perlombaan yang disiapkan mahasiswa PLP II UMS.
Beberapa lomba khusus guru antara lain Kursi Bernyanyi untuk ustazah, Bola Buta untuk ustaz dan ustazah, serta Makan Kerupuk untuk ustaz.
Keterlibatan guru menciptakan suasana kebersamaan antara siswa, guru, dan mahasiswa PLP II UMS.
Mahasiswa juga memberikan ruang partisipasi bagi siswa inklusi melalui lomba Kipas Ikan. Dalam permainan tersebut, siswa menggunakan kipas untuk mengarahkan ikan menuju tempat yang telah ditentukan.
Kegiatan ini menjadi bentuk perhatian mahasiswa agar seluruh siswa dapat turut menikmati perayaan kemerdekaan dengan aktivitas yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Belajar Karakter Lewat Permainan
Guru MI Muhammadiyah PK Kartasura, Ustaz Rio, mengapresiasi kegiatan yang digagas mahasiswa PLP II UMS. Menurutnya, perlombaan memberikan suasana berbeda sekaligus menjadi media bagi siswa untuk mengembangkan berbagai kemampuan.
“Adanya lomba yang diusung mahasiswa PLP ini sangat membantu sekolah dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan. Anak-anak terlihat antusias dan senang mengikuti setiap kegiatan,” ujar Rio.
Ia menilai nilai penting kegiatan tersebut bukan hanya pada aspek hiburan, tetapi juga pembentukan karakter.
“Yang paling penting, kegiatan ini tidak hanya membuat anak bermain, tetapi juga mengajarkan mereka untuk bekerja sama, berani, sportif, dan mengikuti aturan,” katanya.
Menurut Rio, keberagaman permainan juga mampu mengakomodasi kebutuhan siswa dari berbagai jenjang. Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman belajar langsung yang berbeda dari rutinitas pembelajaran di kelas.
“Kegiatan yang dibuat mahasiswa PLP sangat positif karena anak-anak mendapatkan pengalaman di luar pembelajaran rutin di kelas. Mereka belajar berinteraksi dengan teman, bekerja dalam kelompok, dan menyelesaikan tantangan bersama,” tuturnya.
Melalui Gebyar Anak Merdeka, mahasiswa PLP II UMS dan MI Muhammadiyah PK Kartasura tidak hanya merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran kontekstual untuk menumbuhkan karakter, kreativitas, sportivitas, dan semangat kebersamaan pada diri siswa. (*)
