29.8 C
Jakarta

UMS Jadi Tuan Rumah MAPSI Sukoharjo 2026

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Sebanyak 160 siswa dari 20 SMA negeri dan swasta di Kabupaten Sukoharjo beradu kemampuan dalam ajang Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) SMA Kabupaten Sukoharjo 2026. Tahun ini, untuk pertama kalinya, lomba tersebut digelar di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

 

Kegiatan yang mengusung tema “Teguhkan Iman, Kokohkan Akhlak, dan Ukir Prestasi” itu berlangsung di Auditorium Mohammad Djazman UMS, Senin (21/9/2026). Penyelenggaraan MAPSI merupakan hasil kerja sama Fakultas Agama Islam (FAI) UMS ums.ac.id dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP PAI) Kabupaten Sukoharjo.

 

Para siswa berkompetisi dalam lima cabang lomba, yakni Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Dai Pelajar, Hadroh, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), dan Konten Video Kreator.

 

Ketua Panitia MAPSI SMA Kabupaten Sukoharjo, Isnaini M.F.R., S.Pd.I., mengapresiasi UMS yang membuka fasilitas dan memberikan dukungan dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut.

 

“Secara khusus, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Universitas Muhammadiyah Surakarta atas kemitraan, dukungan fasilitas, serta kontribusi luar biasa yang diberikan demi terselenggaranya kegiatan MAPSI tingkat Kabupaten Sukoharjo tahun ini,” ujar Isnaini.

 

Menurut dia, kolaborasi antara MGMP PAI Kabupaten Sukoharjo dan UMS diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan lomba. Kemitraan tersebut juga diharapkan memperkuat ukhuwah sekaligus mendorong kemajuan pendidikan Islam di Kabupaten Sukoharjo.

 

UMS Buka Kampus untuk Masyarakat

 

Wakil Rektor Bidang III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., mengatakan UMS terbuka bagi masyarakat untuk memanfaatkan berbagai fasilitas kampus, termasuk untuk kegiatan pendidikan dan kemasyarakatan.

 

Menurut dia, perguruan tinggi tidak semata-mata menjadi ruang pembelajaran di dalam kelas. Kampus juga dapat menjadi tempat bertemunya berbagai elemen masyarakat untuk membangun silaturahmi dan kolaborasi.

 

“UMS adalah kampus yang disiapkan untuk seluruh warga bangsa Indonesia, warga Sukoharjo, Surakarta dan sekitarnya. Kita punya beberapa fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Mutohharun.

 

Dalam kesempatan itu, Mutohharun juga memperkenalkan kapasitas akademik UMS kepada peserta dan guru pendamping. UMS saat ini memiliki 84 program studi jenjang S1, S2, dan S3. Lebih dari separuh program studi tersebut telah berstatus unggul.

 

Khusus FAI UMS, terdapat tujuh program studi yang terdiri atas tiga program studi S1, tiga program studi S2, dan satu program studi S3.

 

Mutohharun menyebut penyelenggaraan MAPSI 2026 menjadi momentum khusus bagi UMS karena untuk pertama kalinya kampus tersebut menjadi lokasi ajang MAPSI tingkat Kabupaten Sukoharjo.

 

“Ini kegiatan MAPSI yang pertama di UMS. Alhamdulillah, luar biasa, menjadi catatan sejarah untuk MAPSI. Kalau rencana tahunan mungkin tahun depan bisa ke sini lagi, bisa ke UMS lagi,” ujarnya.

 

Bukan Sekadar Mengejar Juara

 

Sementara itu, Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jawa Tengah, Edi Purwanto, S.E., M.M., yang membuka kegiatan, mengingatkan peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan mengikuti MAPSI.

 

Menurut Edi, kompetisi tersebut memiliki fungsi lebih luas sebagai ruang silaturahmi sekaligus evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah.

 

Ia berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh siswa melalui pembelajaran PAI dan MAPSI dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

“Lomba ini bukan kemudian menjadi akhir dari anak-anak semua untuk mengikuti kegiatan Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami. Kalau sudah mendapatkan juara ataupun belum mendapatkan juara, ilmu yang anak-anak dapatkan dari Bapak dan Ibu Guru semuanya, yang terpenting adalah diamalkan,” tutur Edi.

 

Penyelenggaraan MAPSI SMA Kabupaten Sukoharjo 2026 pun mempertemukan sekolah, guru, peserta didik, dan perguruan tinggi dalam satu ruang kolaborasi.

 

Bagi UMS, keterlibatan dalam kegiatan tersebut sekaligus memperkuat peran kampus di tengah masyarakat. Tidak hanya sebagai institusi pendidikan tinggi, UMS turut mengambil bagian dalam penguatan pendidikan agama Islam dan pengembangan potensi generasi muda.

 

Kolaborasi FAI UMS dan MGMP PAI Kabupaten Sukoharjo diharapkan dapat berlanjut pada penyelenggaraan MAPSI pada tahun-tahun mendatang. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!