31.3 C
Jakarta

LPT Farmasi UMS Perkuat Mutu Laboratorium Lewat Asesmen ISO/IEC 17025

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Keakuratan hasil pengujian menjadi salah satu kunci kepercayaan terhadap layanan laboratorium. Karena itu, Laboratorium Pelayanan Terpadu (LPT) Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus memperkuat sistem manajemen mutu dan kompetensi teknis melalui Asesmen Lapangan ISO/IEC 17025:2017.

 

Asesmen yang berlangsung pada 24–25 September 2026 tersebut menjadi bagian dari langkah LPT Farmasi UMS menuju penerapan standar mutu laboratorium bertaraf internasional.

 

Dekan Fakultas Farmasi UMS Prof. apt. Erindyah Retno Wikantyasning, Ph.D., mengatakan asesmen dilakukan untuk mengevaluasi sistem manajemen mutu sekaligus kompetensi teknis LPT Farmasi UMS dalam empat ruang lingkup pengujian.

 

Empat ruang lingkup tersebut meliputi deteksi cemaran DNA babi menggunakan metode quantitative Polymerase Chain Reaction (qPCR), deteksi dan kuantifikasi etanol menggunakan metode Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS), penetapan kadar flavonoid total menggunakan spektrofotometer, serta penetapan kadar fenol menggunakan spektrofotometer.

 

“Asesmen ini menjadi bagian penting agar LPT Farmasi UMS memenuhi persyaratan SNI ISO/IEC 17025:2017, yakni standar yang menetapkan persyaratan umum kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi,” ujar Erindyah, Senin (5/10/2026).

 

Menurut dia, ruang lingkup pengujian tersebut mencerminkan pengembangan kompetensi LPT Farmasi UMS untuk menyediakan layanan yang relevan dengan kebutuhan kefarmasian, pangan, produk halal, bahan alam, penelitian, hingga layanan kepada masyarakat.

 

Proses asesmen melibatkan tim manajemen, penyelia, analis, serta seluruh personel terkait di LPT Farmasi UMS. Sementara itu, tim asesor terdiri atas Dr. drh. Tati Ariyanti, M.P., Anissa Tiana Sheilayanti Putri, S.Far., dan Dr. apt. Tanti Yulianti, S.Si., M.Si.

 

Tim asesor melakukan peninjauan terhadap dokumen mutu dan dokumen teknis. Selain itu, dilakukan witness untuk memastikan kesesuaian penerapan sistem serta kompetensi pengujian yang dijalankan LPT Farmasi UMS.

 

Erindyah menilai proses asesmen berlangsung konstruktif dan dialogis. Berbagai evaluasi dan masukan dari asesor, kata dia, menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu laboratorium secara berkelanjutan.

 

“Evaluasi serta masukan dari asesor menjadi bagian penting dalam proses peningkatan mutu laboratorium secara berkelanjutan,” imbuhnya.

 

Ia menegaskan penguatan kualitas laboratorium merupakan bagian dari komitmen Fakultas Farmasi UMS dalam mendukung tiga pilar utama perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

“Pemenuhan standar ISO/IEC 17025 diharapkan semakin memperkuat kepercayaan terhadap kompetensi dan hasil pengujian yang dilakukan oleh LPT Farmasi UMS,” katanya.

 

Bangun Budaya Mutu

 

Kepala LPT Farmasi UMS apt. Wahyu Utami, Ph.D., mengatakan perjalanan menuju pemenuhan standar ISO/IEC 17025 tidak berhenti pada asesmen. Hal yang lebih penting adalah memastikan standar tersebut benar-benar diterapkan dalam aktivitas laboratorium sehari-hari.

 

Menurut Wahyu, asesmen menjadi momentum bagi LPT Farmasi UMS untuk mengevaluasi kesiapan sistem manajemen dan kompetensi teknis yang telah dibangun.

 

“Yang lebih penting, proses ini mendorong terbentuknya budaya mutu sehingga setiap tahapan pengujian dilakukan secara konsisten, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

 

Berbagai masukan selama asesmen selanjutnya akan menjadi dasar bagi LPT Farmasi UMS untuk melakukan penyempurnaan dan peningkatan secara berkelanjutan.

 

Wakil Rektor II UMS Prof. Dr. apt. Muhammad Da’i, M.Si., menilai keberadaan laboratorium dengan sistem manajemen mutu dan kompetensi teknis yang kuat memberikan nilai tambah tidak hanya bagi sivitas akademika, tetapi juga masyarakat dan mitra yang memanfaatkan layanan laboratorium.

 

Penerapan SNI ISO/IEC 17025:2017 di LPT Farmasi UMS diharapkan menjadi instrumen untuk membangun sistem kerja laboratorium yang konsisten dan berorientasi pada mutu.

 

Dengan fondasi tersebut, LPT Farmasi UMS diharapkan semakin optimal dalam mendukung pembelajaran mahasiswa, penelitian dosen dan mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat, serta layanan pengujian bagi berbagai pemangku kepentingan.

 

Terlaksananya asesmen lapangan ini sekaligus memperkuat fondasi LPT Farmasi UMS menuju laboratorium yang kompeten, akurat, dan terpercaya. Hasil serta rekomendasi asesmen akan menjadi bagian dari proses perbaikan berkelanjutan untuk memastikan sistem manajemen mutu dan kompetensi teknis berjalan sesuai persyaratan SNI ISO/IEC 17025:2017.

 

Langkah tersebut menegaskan komitmen Fakultas Farmasi UMS untuk terus meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperluas kontribusi dalam pendidikan, penelitian, inovasi, serta pelayanan kefarmasian dan kesehatan bagi masyarakat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!