30 C
Jakarta

Anggota DPD/MPR RI, Cherish Harriette Dorong Penguatan Nilai Kebangsaan dan Nasionalisme Masyarakat di Sulawesi Utara

Baca Juga:

Kotamobagu — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI sekaligus Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Cherish Harriette, B.A. (Hons), M.B.A., menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan bersama masyarakat Sulawesi Utara pada Minggu, 2 Februari 2026.

Kegiatan yang berlangsung dalam dua sesi di lokasi berbeda ini masing-masing diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari pemuda dan masyarakat desa setempat, dengan antusiasme tinggi sepanjang acara.

Kegiatan pertama dilaksanakan pada pagi hingga siang hari, diawali dengan registrasi peserta sejak pukul 07.00 WITA. Acara berlangsung di halaman kediaman keluarga Ibu Dewi Mochtar, Kelurahan Kotamobagu, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu. Pada sesi ini, Cherish menyampaikan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat, termasuk menjaga persatuan, mempererat persaudaraan.

“Serta membangun komunikasi yang sehat antara masyarakat dan wakilnya di lembaga negara,” ujar salah satu anggota DPD termuda ini

Dalam pertemuan tersebut, para pemuda dan masyarakat desa menyampaikan berbagai pandangan terkait tantangan kebangsaan yang mereka hadapi, mulai dari pengaruh media sosial terhadap persatuan hingga harapan terhadap pemerataan pembangunan di daerah. Cherish menegaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan tidak boleh berhenti pada tataran wacana, melainkan harus hadir dalam tindakan nyata sehari-hari, seperti sikap saling menghormati, gotong royong, dan menjaga etika dalam kehidupan bermasyarakat.

Rangkaian kegiatan sosialisasi empat pila ini kemudian dilanjutkan pada lokasi berbeda di hari yang sama. Kegiatan kedua dimulai pukul 14.00 WITA hingga sore hari dan dilaksanakan di halaman kediaman keluarga Rasti Sugeha, Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu.

Kegiatan ini juga diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri dari pemuda dan masyarakat desa di sekitar lokasi acara.

Pada sesi kedua tersebut, pembahasan difokuskan pada pemahaman pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai prinsip yang tidak dapat ditawar. Cherish menekankan bahwa menjaga NKRI di Sulawesi Utara tidak hanya berkaitan dengan pengamanan wilayah secara militer.

“Tetapi juga memperkuat rasa nasionalisme masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan, seperti Kepulauan Talaud dan Sangihe,” ujar Cherish.

Ia menjelaskan bahwa negara terus meningkatkan kehadiran aparat, pembangunan infrastruktur, serta penyediaan sarana komunikasi di wilayah perbatasan. Upaya tersebut bertujuan agar masyarakat merasa aman, terlindungi, dan bangga menjadi bagian dari Indonesia. Menurutnya, kondisi kehidupan di dalam negeri harus lebih baik, sehingga masyarakat di wilayah perbatasan tidak menggantungkan penghidupan pada negara tetangga.

Para peserta tampak aktif mengikuti kegiatan hingga sore hari. Pemuda dan masyarakat desa menyampaikan apresiasi atas perhatian terhadap isu nasionalisme dan wilayah perbatasan, serta berharap kehadiran negara terus diperkuat melalui kebijakan yang berpihak pada daerah.

Melalui dua sesi kegiatan yang digelar pada hari yang sama ini, Cherish Harriette berharap nilai-nilai kebangsaan dan semangat nasionalisme dapat semakin tertanam kuat di tengah masyarakat Sulawesi Utara.

“Peran aktif masyarakat desa dan generasi muda sangat penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!