27.8 C
Jakarta

Bawaslu Solo Ungkap 4 Titik Rawan Parpol Pemilu 2029

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surakarta mengingatkan partai politik (parpol) untuk mencermati sejumlah titik rawan dalam proses pendaftaran sebagai peserta Pemilu 2029.

 

Sedikitnya ada empat aspek penting yang perlu dipastikan parpol sejak awal agar tidak menimbulkan persoalan ketika proses verifikasi dilakukan. Keempatnya meliputi kantor sekretariat, kepengurusan, keanggotaan, dan keterwakilan perempuan.

 

Hal tersebut disampaikan Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Kota Surakarta, Agus Sulistyo, dalam kegiatan Tatap Muka, Diskusi, dan Konsolidasi Bawaslu Solo bersama DPD Partai Perindo Kota Surakarta di kantor sekretariat Perindo, Rabu (26/8/2026).

 

Kegiatan tersebut diikuti fungsionaris DPD Partai Perindo dan DPC se-Kota Surakarta. Dari Bawaslu Solo, hadir Agus Sulistyo dan Poppy Nataliza bersama jajaran sekretariat.

 

“Empat hal ini perlu menjadi perhatian bersama. Bukan hanya bagi partai politik, tetapi ini menjadi bagian penting guna mengawal dan memastikan proses demokrasi berjalan sesuai ketentuan,” ujar Agus.

 

Empat Titik Rawan Parpol

 

Agus menjelaskan, keberadaan kantor sekretariat menjadi salah satu aspek yang perlu dipastikan oleh parpol. Selain itu, struktur dan kepengurusan partai juga harus dipersiapkan serta memenuhi ketentuan yang berlaku.

 

Aspek berikutnya adalah keanggotaan. Akurasi dan validitas data anggota menjadi bagian penting dalam proses verifikasi sehingga partai politik perlu memastikan data yang dimiliki sesuai dengan kondisi sebenarnya.

 

Sementara itu, keterwakilan perempuan juga menjadi perhatian. Menurut Agus, seluruh aspek tersebut perlu dipersiapkan sejak dini agar potensi persoalan administratif maupun faktual dapat diminimalkan.

 

Bawaslu Tekankan Pencegahan Sejak Dini

 

Agus mengatakan konsolidasi dengan partai politik merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dan kolaborasi sejak awal.

 

Menurut dia, Bawaslu tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga memiliki peran penting dalam melakukan pencegahan. Dengan komunikasi yang dibangun sejak dini, berbagai potensi persoalan dalam tahapan pemilu diharapkan dapat diantisipasi.

 

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk konsolidasi demokrasi antara Bawaslu, peserta pemilu, dan masyarakat,” katanya.

 

Agus juga mendorong agar forum diskusi dan konsolidasi semacam itu terus diperluas. Salah satu isu yang perlu dikawal bersama adalah data pemilih berkelanjutan.

 

“Kolaborasi dan forum-forum diskusi seperti ini diharapkan dapat diperluas, termasuk dalam mengawal data pemilih secara berkelanjutan,” ujar Agus.

 

Ia menambahkan, konsolidasi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar mewujudkan Solo sebagai pionir kota demokrasi next level.

 

Parpol Diminta Pastikan Data Akurat

 

Bawaslu Solo mendorong partai politik aktif berkoordinasi dan memastikan seluruh persyaratan administrasi serta data kepartaian terpenuhi secara akurat.

 

Langkah pencegahan sejak awal dinilai penting untuk mengurangi potensi masalah ketika tahapan Pemilu 2029 memasuki proses verifikasi.

 

Selain membantu parpol mempersiapkan diri, komunikasi antara pengawas pemilu, peserta pemilu, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat ekosistem demokrasi di Kota Surakarta.

 

Dengan konsolidasi yang dilakukan sejak dini, Bawaslu Solo berharap proses demokrasi dapat berlangsung secara transparan, inklusif, dan berintegritas. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!