SOLO, MENARA62.COM – Pembelajaran coding dan kecerdasan buatan (AI) kini semakin menarik dengan pendekatan joyful learning yang diterapkan di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah. Metode ini dinilai efektif dalam membangun kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif pada siswa sejak usia dini.
Hal tersebut disampaikan oleh pembicara sekolah model, Lilik Haryono, dalam kegiatan yang berlangsung di Red Chilies Hotel Surakarta, Sabtu (11/4/2026). Ia menegaskan bahwa coding bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan sarana penting untuk melatih pola pikir anak yang berkemajuan.
“Coding membantu anak mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, menganalisis informasi, dan berpikir logis. Ini sangat penting di zaman sekarang,” ujarnya.
Menurut Lilik, pembelajaran coding juga mampu meningkatkan kreativitas dan inovasi siswa. Anak-anak didorong untuk mengekspresikan ide melalui program sederhana yang mereka rancang sendiri. Selain itu, proses belajar juga memperkuat kemampuan komunikasi dan kolaborasi melalui kerja kelompok.
“Anak-anak belajar bekerja sama, berdiskusi, bahkan memimpin dalam menyelesaikan proyek,” tambahnya.
Tak hanya itu, keberhasilan menyelesaikan proyek coding turut meningkatkan rasa percaya diri siswa. Mereka menjadi lebih termotivasi untuk mencoba hal-hal baru dan berani menghadapi tantangan.
Dalam praktiknya, pembelajaran coding dilakukan menggunakan metode visual block, yaitu teknik pemrograman berbasis tampilan visual. Metode ini memudahkan siswa karena tidak perlu menulis kode secara manual, melainkan cukup menyusun blok-blok perintah.
Pendekatan pembelajaran juga dipadukan antara metode unplugged (tanpa perangkat) dan plugged (menggunakan perangkat), sehingga siswa dapat memahami konsep secara bertahap dan lebih mendalam.
Lebih lanjut, pembelajaran coding diintegrasikan dengan konsep computational thinking yang mencakup dekomposisi masalah, pengenalan pola, abstraksi, dan penyusunan algoritma. Tahapan ini selaras dengan proses berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah.
Sementara itu, Kepala Sekolah Sri Sayekti menekankan bahwa teknologi digital menjadi katalis penting dalam menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan kolaboratif.
“Integrasi teknologi tidak hanya memudahkan proses pembelajaran, tetapi juga memungkinkan guru melakukan asesmen yang lebih adaptif serta memberikan umpan balik secara real-time kepada peserta didik,” jelasnya.
Melalui pendekatan joyful learning dalam pembelajaran coding dan AI, sekolah berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*)
