26 C
Jakarta

Bidan Harus Dorong Perempuan Lakukan Skrining Kanker Serviks

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM– Bidan menjadi garda terdepan program deteksi dini kanker serviks. Selain jumlahnya yang relatif banyak, penyebaran bidan juga jauh lebih merata dibanding dokter atau tenaga kesehatan lainnya. Karena itu penting bagi bidan untuk memiliki ketrampilan skrining kanker serviks.

“Dengan pendekatan langsung, face to face, dari hati ke hati, seorang bidan bisa lebih mudah mengajak perempuan melakukan skrining kanker serviks,” kata Indra Supradewi, dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Senin (13/3/2017).

Diakui sebagian besar perempuan di Indonesia masih belum melakukan skrining kanker serviks secara rutin. Beberapa faktor penyebabnya adalah masih rendahnya kesadaran melakukan deteksi dini kanker, dan masih minimnya fasilitas kesehatan tingkat pratama yang membuka layanan skrining kanker serviks.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran perempuan Indonesia akan pentingnya melakukan deteksi dini kanker serviks, PTT Exploration and Production Public Company Limited (PTTEP) bersama Dompet Dhuafa memberikan alat deteksi dini kanker serviks kepada 15 bidan inspiratif di kawasan marjinal wilayah Jabodetabek. Bantuan alat skrining tersebut kata General Affairs Manager PTTEP Afiat Djajanegara merupakan bentuk apresiasi PTTEP dan Dompet Dhuafa terhadap para bidan yang telah berkontribusi positif kepada masyarakat yang minim pengetahuan seputar kesehatan reproduksi.

“Ini sekaligus memperingati Hari Perempuan Internasional 2017 dan Peringatan ulang tahun Gerai Rorotan ke-2 sebagai klinik pelayanan kesehatan gratis bagi kaum dhuafa,” kata Direktur Utama Dompet Dhuafa Social Enterprise Yuli Pujihardi.

Ke-15 bidan inspiratif tersebut merupakan hasil seleksi dari 1.106 bidan yang diseleksi Ikatan Bidan Indonesia dengan Dompet Dhuafa.

Indonesia saat ini merupakan negara dengan jumlah kasus kanker serviks urutan kedua di dunia. Data tahun 2014 mencatat lebih dari 92.000 kasus kematian yang terjadi pada perempuan di Indonesia dimana 10,3% disebabkan oleh kanker serviks. Sedangkan jumlah kasus baru kanker serviks hingga kini mencapai 21.000 kasus setiap tahunnya.

Fakta lain seputar kanker serviks, bahwa sejak tahun 2000-2012, usia perempuan yang terserang kanker serviks semakin muda. WHO juga menemukan fakta rendahnya kesadaran perempuan Indonesia untuk melakukan skrining kanker serviks baik melalui metode sitologi serviks (papsmear) maupun metode usap asam asetat (IVA).

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!