30 C
Jakarta

BSI Perkuat Pembiayaan Berkelanjutan Rp73,9 Triliun, UMKM Jadi Motor Ekonomi Hijau

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM — PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus mempertegas perannya sebagai bank syariah inklusif dengan memperluas pembiayaan berkelanjutan dan mendukung agenda penguatan ekonomi nasional serta implementasi ekonomi hijau.

Sepanjang 2025, BSI menyalurkan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp73,92 triliun atau tumbuh 11,20% secara tahunan (YoY). Sekitar 79% di antaranya dialokasikan untuk pemberdayaan dan peningkatan kapasitas UMKM, sementara 21% sisanya disalurkan ke pembiayaan hijau, termasuk kendaraan listrik dan sukuk sustainability.

Dari total pembiayaan BSI per Desember 2025 yang mencapai Rp319 triliun, porsi pembiayaan berkelanjutan tercatat sebesar 23,18% dari keseluruhan portofolio. Capaian tersebut menegaskan komitmen perseroan terhadap ekonomi hijau, sosial, serta penguatan sektor UMKM.

Wakil Direktur Utama BSI, Bob T Ananta, mengatakan “UMKM menjadi salah satu fokus perseroan untuk penguatan pembiayaan berkelanjutan karena segmen ini merupakan grassroot potensial yang harus dibina agar naik kelas dan sustain agar menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional”.

Menurut Bob, BSI memperkuat UMKM secara menyeluruh, mulai dari pembinaan pelaku usaha non-bankable hingga peningkatan kapasitas melalui BSI UMKM Center. Perseroan juga aktif berkolaborasi dengan kementerian dan komunitas usaha guna meningkatkan literasi keuangan dan daya saing pelaku UMKM.

“Bank syariah punya peran penting dalam pendampingan UMKM agar segmen ini sustain dan meningkat kapasitasnya dan dari sisi bank sejalan dengan kerangka ESG”.

Integrasi ESG dan Inovasi Operasional

BSI menilai integrasi ESG dan keuangan syariah membutuhkan penguatan literasi, inovasi produk, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna membangun ekosistem keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam aspek operasional, BSI melakukan berbagai inisiatif ramah lingkungan, antara lain pembangunan gedung hijau di Landmark BSI Aceh dan BSI Tower, pemasangan panel surya di sejumlah kantor cabang dan Desa BSI (Bangun Sejahtera Indonesia), penyediaan 70 unit Recycle Vending Machine (RVM) di wilayah Jabodetabek dan Bali, 13 SPKLU di kantor cabang, 144 kendaraan operasional ramah lingkungan, hingga penerapan digital carbon tracking system.

Di sisi sosial, BSI mengoptimalkan pendayagunaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf) senilai Rp400 miliar yang disalurkan untuk sektor ekonomi, pendidikan, kemanusiaan, kesehatan, dakwah, dan advokasi. Program tersebut telah menjangkau lebih dari 1,2 juta penerima manfaat dan menjadi bagian dari implementasi Principles for Responsible Banking.

Gaungkan Keuangan Syariah Berkelanjutan di Forum ASEAN

Komitmen tersebut juga diperkuat melalui partisipasi BSI dalam forum internasional SDG Hive ASEAN yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, dalam rangkaian Ethical Finance ASEAN Summit 2026.

Dalam sesi diskusi bertajuk Unlocking Islamic Sustainable Finance, BSI menegaskan bahwa keuangan syariah merupakan sistem berbasis nilai yang perlu diterjemahkan secara praktis agar menghasilkan dampak inklusif, khususnya dalam pembiayaan UMKM. Pendekatan pembiayaan, menurut perseroan, tidak hanya berorientasi pada penyaluran modal, tetapi juga memastikan keberlanjutan usaha dan ketahanan jangka panjang sektor UMKM sebagai fondasi ekonomi nasional.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!