YOPGYAKARTA, MENARA62.COM
Gagasan pemberdayaan ekonomi berbasis wakaf mulai diperkenalkan kepada masyarakat akar rumput di Kabupaten Sleman guna mendorong lahirnya model pendanaan ekonomi syariah yang berkelanjutan bagi anggota organisasi perempuan Muhammadiyah.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Dr. Yuli Utami, S.Ag., M.Ec., dosen Fakultas Ekonomi UMY saat memberikan pemaparan konsep celengan wakaf pada Sabtu lalu di hadapan pengurus Aisyiyah Cabang Tempel, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang difokuskan pada penguatan organisasi Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting.
Dalam paparannya, Yuli menjelaskan bahwa celengan wakaf merupakan konsep sederhana namun memiliki dampak jangka panjang bagi penguatan ekonomi masyarakat. Melalui mekanisme ini, wakaf tunai dihimpun dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota lembaga keuangan rintisan, kemudian dikelola sebagai dana abadi untuk pembiayaan usaha berbasis syariah.
“Celengan wakaf ini pada dasarnya adalah cara kolektif menghimpun wakaf tunai dari anggota. Dana tersebut kemudian menjadi modal abadi yang dapat digunakan untuk pembiayaan usaha syariah bagi masyarakat,” ujar Yuli dalam pemaparannya.
Ia menilai, model ini dapat menjadi solusi bagi organisasi di tingkat ranting dan cabang yang selama ini masih bergantung pada iuran dan infak anggota untuk menjalankan berbagai kegiatan organisasi.
Menurut Yuli, ketergantungan pada iuran rutin seringkali membuat gerak organisasi menjadi terbatas. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembiayaan yang tidak membebani anggota secara langsung, namun tetap mampu menopang kegiatan organisasi secara berkelanjutan.
“Selama ini kemandirian organisasi di tingkat cabang dan ranting masih mengandalkan iuran dan infak anggota. Padahal, jika dikelola dengan konsep wakaf produktif, dana kecil yang terkumpul bisa menjadi sumber pembiayaan jangka panjang,” jelasnya.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, tim pengabdian masyarakat UMY juga memberikan simulasi praktik pembiayaan berbasis ekonomi syariah kepada para peserta. Beberapa skema yang diperkenalkan antara lain pembiayaan mudharabah, musyarakah, murabahah, hingga ijarah.
Simulasi tersebut dilakukan agar para peserta tidak hanya memahami konsep wakaf produktif, tetapi juga mampu mengelola dana secara profesional sesuai prinsip ekonomi syariah.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Para ibu anggota Aisyiyah aktif mengajukan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan praktik pembiayaan usaha kecil, pengelolaan dana wakaf, hingga kemungkinan penerapan konsep tersebut di lingkungan mereka.
Diskusi bahkan berlangsung hingga menjelang waktu berbuka puasa, menandakan besarnya minat peserta untuk memahami sistem ekonomi syariah yang lebih aplikatif bagi masyarakat.
Program pengabdian ini juga mendapat dukungan dari pihak kampus. Kepala Sub Direktorat Pengabdian Masyarakat UMY, Dr. drg. Laelia Dwi Anggaeni, Sp.KGA., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan UMY pada tahun ini.
Menurutnya, UMY menjalankan berbagai program pengabdian melalui dua skema besar, yakni skema reguler dan skema khusus.
“UMY meluncurkan 14 program pengabdian masyarakat dalam skema khusus. Ada program di Desa Binaan Wirokerten, Wirobrajan, pendampingan Koperasi Merah Putih, edukasi mitigasi bencana, pendampingan bagi penyandang disabilitas, hingga penguatan organisasi Muhammadiyah seperti di PCM Tempel, Cangkringan, dan Tamantirto,” jelas dr. Lia.
Ia menambahkan, beberapa tim pengabdian bahkan melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di lembaga pemasyarakatan.
“Bahkan ada tim yang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Lapas Wirogunan. Ini menunjukkan komitmen UMY untuk hadir di berbagai lapisan masyarakat,” ujarnya.
Melalui program seperti celengan wakaf ini, UMY berharap literasi keuangan syariah di tengah masyarakat semakin meningkat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi jamaah, khususnya di lingkungan organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Celengan Wakaf, Inovasi Dosen FEB UMY Pemberdayaan Ekonomi Jama’ah Aisyiyah di Tempel Sleman
- Advertisement -
