28.6 C
Jakarta

Dante Saksono Harbuwono: Poltekkes Kemenkes Surakarta bukan Politeknik Biasa

Baca Juga:

Wamen Kesehatan RI Berikan Pesan Kepada 1.645 Lulusan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta

SOLO, MENARA62.COM – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta (Poltekkesta) menggelar Sidang Terbuka Senat dengan agenda Wisuda Ahli Madya, Sarjana Terapan, dan Profesi Kesehatan Periode II Tahun 2023 yang dilaksanakan pada Rabu (8/11) yang dilaksanakan di Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Acara tersebut dimeriahkan dengan berbagai penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Poltekkesta, mulai dari penampilan tari-tarian, paduan suara, maupun lagu persembahan dari wisudawan.

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia (RI), Prof., dr., Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD., PhD., mengungkapkan bahwa Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan yang ada di Surakarta ini bukan Politeknik biasa, karena memiliki prodi khusus yang hanya ada di Surakarta. Selain itu, Polkesta merupakan salah satu Politeknik terbaik di Indonesia.
“Seperti Program studi (Prodi) Okupasi Terapi, Terapi Wicara dan Bahasa, Ortotik dan Prostetik, dan Akupuntur, yang di tempat lain tidak ada,” ungkapnya.

Menurutnya, apa yang sudah dijalankan oleh Poltekkesta ini turut memberikan sumbangsih kepada tenaga kesehatan yang ada di Indonesia, yang prodi-prodi tersebut tidak ada di tempat lain. “Nanti akan kita replikasi juga di tempat lain, agar di tempat lain dapat memiliki prodi yang baik seperti Polkesta ini,” tambahnya.

Dia juga menyampaikan, saat ini terdapat 10.436 Puskesmas yang belum lengkap tenaga kesehatan. Maka diharapkan Poltekkes bisa andil dan berkontribusi bagi Puskesmas yang belum punya tenaga kesehatan. “3 masalah utama tenaga kesehatan, yang pertama adalah masalah jumlah tenaga kesahatan kita belum cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Kedua, terkait pemerataan itu masih ada gap antara daerah perkotaan dan daerah tertinggal atau terpencil. Ketiga, dilihat dari kualitas tenaga kesehatan,” papar Wamen Kesehatan RI itu.

Pembacaan naskah pelantikan dipandu oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, dilanjutkan dengan penandatanganan naskah sumpah.

Direktur Poltekkesta, Sudiro, S.Kp., Ners., M.Pd., menyampaikan laporan kelembagaan dan pendidikan, dengan memiliki 10 jurusan, 20 program studi, dengan jumlah mahasiswa 5.852. Pada tahun 2023, berbagai prestasi baik akademik maupun non akademik telah diraih dalam upaya mendidik tenaga kesehatan yang berkualitas.

“Laporan jumlah wisudawan Periode II tahun 2023 ini berdasarkan SK Direktur No: HK. 02.03/F.XXV/7096/2023, berjumlah 1.645 wisudawan/ti dari 20 program studi yang ada di Polkesta dengan rincian: 248 orang dari Profesi; 483 orang Sarjana Terapan Kesehatan, 814 orang Diploma III,” papar Sudiro.

Seluruh sivitas akademika Poltekkesta, tambahnya, mengucapkan selamat dan berharap ilmu yang diperolah wisudawan dapat berkontribusi dalam mendukung program transformasi kesehatan di Indonesia. “Dengan semangat dan keyakinan yang bulat Poltekkesta terus berkomitmen untuk melahirkan lulusan tenaga kesehatan yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan di dunia professional kesehatan,” tambahnya.

Di sela sela acara yang berbahagia tersebut, ditayangkan pula film pendek dengan judul ‘Sebuah Perjalanan’. Dalam video tersebut, Direktur berpesan kepada lulusan Poltekkesta untuk menjaga profesional dan kredibilitas sebagai tenaga kesehatan, perkuat alumni Poltkesta, dan berkontribusilah untuk kemajuan Poltekkesta ke depan.

“Ibarat hidup ini perjalanan, dengan melewati berbagai peristiwa kehidupan. Teruslah maju untuuk meraih cita-cita, jangan mengeluh dan syukuri apa yang terjadi,” pesan Direktur Polkesta terhadap wisudawan.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Ditjen Nakes Albertus Yudha Poerwadi, SE., M.Si., CA, SPMA., menyampaikan selamat kepada yang sudah dilantik dan diangkat sumpahnya, semoga yang diperoleh di Polkesta bermanfaat bagi pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. “Saya berharap lulusan dari Polkesta dapat menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan kompeten dalam bidang kesehatan dan mampu bersaing secara global. Selain itu, lulusan juga diharapkan tetap menjadi nama baik almamater. Semoga Allah selalu memberikan hidayah sebagai pengabdian di bidang kesehatan untuk masa depan,” harapnya.

Pembacaan puisi dan lagu persembahan untuk orang tua menjadi penutup agenda wisuda Poltekkesta hari ini. Tangis haru wisudawati sayup terdengar di penghujung acara ini. Perwakilan wisudawan wisudawati memberikan bunga sebagai ungkapan terima kasih dan sungkem kepada orang tua wisudawan, sebagai bentuk bakti dan ungkapann syukur. (*)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!