28.5 C
Jakarta

Darul Arqam UMS Teguhkan Spirit Ranting

Baca Juga:

KLATEN, MENARA62.COM – Penutupan Darul Arqam Pimpinan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) digelar di Aula MTs Muhammadiyah Program Khusus, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Krakitan, Bayat, Klaten, Sabtu (10/1). Kegiatan ini menegaskan komitmen UMS dan Persyarikatan Muhammadiyah dalam menumbuhkan spirit ranting sebagai fondasi gerakan dakwah dan kaderisasi.

 

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Klaten, Iskak Sulistyo, S.Pd.I., M.Pd.I., menyatakan bahwa pemilihan lokasi Darul Arqam di tingkat ranting merupakan bentuk penguatan ideologi dan komitmen Muhammadiyah yang membumi. Menurutnya, ranting memiliki peran strategis sebagai penggerak utama dakwah jamaah.

 

“Ranting Muhammadiyah Krakitan layak menjadi ruang pembelajaran bagi para pimpinan karena mampu menggerakkan potensi umat secara nyata. Gerakan infak, wakaf, dan solidaritas sosial di tingkat ranting menunjukkan hidupnya dakwah jamaah dan jamaah dakwah,” kata Iskak.

 

Ia menambahkan bahwa spirit ranting seperti yang tumbuh di Krakitan perlu terus ditularkan ke wilayah lain. Pengalaman Darul Arqam Pimpinan UMS di tingkat akar rumput ini diharapkan menjadi contoh praktik baik bagi penguatan organisasi Muhammadiyah.

 

Sementara itu, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menegaskan bahwa pelaksanaan Darul Arqam di Krakitan mencerminkan semangat One Muhammadiyah yang menyatu dari pusat hingga ranting. Kebersamaan tersebut, menurutnya, memperlihatkan wajah Muhammadiyah yang membumi dan berorientasi pada umat.

 

“Spirit ranting mengandung nilai ketauhidan, kesederhanaan, dan kekompakan dalam menggerakkan organisasi. Nilai-nilai tersebut menjadi modal utama dalam memajukan budaya organisasi Islam Berkemajuan di berbagai tingkatan,” tegasnya.

 

Menurutnya, ketika ekosistem organisasi di tingkat ranting berjalan dengan baik, maka kaderisasi, pendidikan, dan gerakan persyarikatan akan tumbuh secara berkelanjutan. Ranting menjadi titik awal penguatan kualitas kader dan amal usaha.

 

Rektor UMS juga mendorong agar ranting dan daerah yang telah memiliki ekosistem organisasi yang kuat dapat menjadi pembina bagi wilayah lain yang masih berkembang. Pola saling belajar dan berbagi pengalaman dinilai penting untuk menjaga kesinambungan gerakan Muhammadiyah.

 

Pelaksanaan Darul Arqam Pimpinan UMS di Krakitan dinilai memberi pengalaman langsung bagi para pimpinan dalam memahami dinamika gerakan di akar rumput. Proses ini menjadi bagian dari penguatan kualitas kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan umat.

 

Kegiatan tersebut sekaligus mempererat sinergi antara UMS, PDM Klaten, serta Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam memajukan persyarikatan.

 

Melalui Darul Arqam Pimpinan UMS, spirit ranting diteguhkan sebagai energi penggerak Muhammadiyah. Penguatan ranting diharapkan mampu melahirkan kader yang berkomitmen, solid, dan siap menggerakkan dakwah Islam Berkemajuan di tengah masyarakat. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!