MADIUN, MENARA62.COM – Dosen Program Studi Biokewirausahaan Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), Irfan Miftakhul Fauzi, M.P., dipercaya menjadi juri Lomba Video Aksi Pasukan Bumi yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun.
Penjurian berlangsung pada Senin (26/10/2026) di Kantor DKPP Kota Madiun. Sementara itu, penyerahan hadiah kepada para pemenang dilaksanakan pada Kamis (29/10/2026) di Kampung Jepang Madiun, bersamaan dengan sosialisasi Gerakan Aksi Pasukan Bumi.
Kegiatan bertajuk Aktifitas Konsumsi Sehat dan Inovasi Pangan Selamatkan Bumi tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia ke-64.
Irfan menjelaskan, lomba ini melibatkan guru dan siswa SMP se-Kota Madiun. Para peserta ditantang membuat video yang mengangkat isu konsumsi pangan sehat, inovasi produk pangan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam proses penilaian, dewan juri menggunakan sejumlah kriteria. Di antaranya, video harus memuat inovasi produk pangan serta penerapan prinsip Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).
Peserta juga diwajibkan mengampanyekan gerakan Stop Boros Pangan, menggunakan seragam yang disediakan DKPP Kota Madiun, serta memperhatikan unsur sinematografi. Setiap video dibatasi dengan durasi maksimal lima menit.
Sebagai bagian dari dewan juri, Irfan turut bertanggung jawab menyeleksi dan menentukan sembilan kategori pemenang. Kategori tersebut meliputi Juara I, II, III, Harapan I, II, III, Juara Kategori Produk Pangan, Kategori Narasi Kreatif, dan Kategori Yel-Yel Terunik.
Menurut Irfan, keterlibatan UMJT dalam kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah terjalin dengan DKPP Kota Madiun melalui nota kesepahaman atau MoU.
“Berbagai kerja sama kegiatan sudah berjalan antara kedua pihak lebih kurang lima tahun ini,” ujar Irfan yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Biokewirausahaan UMJT, Jumat (30/10/2026).
Ia menilai, Program Studi Biokewirausahaan UMJT memiliki relevansi dengan kebutuhan penguatan ketahanan pangan di Kota Madiun. Karena itu, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dinilai penting untuk mendorong edukasi serta inovasi pangan di tengah masyarakat.
Lebih dari sekadar kompetisi, Irfan berharap Lomba Video Aksi Pasukan Bumi mampu menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami persoalan pangan dan lingkungan sejak dini.
“Kegiatan ini menjadi kegiatan yang berguna bagi siswa untuk membangun kesadaran mereka mengenal lingkungannya,” jelasnya.
Keterlibatan dosen UMJT sebagai juri dalam kegiatan tersebut sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung program ketahanan pangan daerah. Kolaborasi ini juga membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, mengenal inovasi pangan, serta membangun kebiasaan konsumsi yang sehat dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. (PJ)

