30 C
Jakarta

Hikmah Ramadhan: Jangan Salah Arah

Baca Juga:

Oleh: Prof. H.M. Sholahuddin Ph.D

(Dosen FEB UMS)

 

SOLO, MENARA62.COM – Puasa bukan cuma menahan lapar dan haus. Puasa itu latihan mengendalikan diri dan memanfaatkan waktu dengan benar. Karena yang paling menyakitkan dalam hidup bukan capeknya, tapi sadar kalau waktu kita habis untuk hal yang salah.

 

Rasulullah ﷺ, Muhammad, mengingatkan bahwa umur dan harta akan dimintai pertanggungjawaban. Artinya, setiap jam yang kita pakai itu ada nilainya. Dipakai untuk kebaikan, jadi pahala. Dipakai untuk hal sia-sia, jadi penyesalan.

 

Anak muda, jangan habiskan waktu hanya untuk scroll tanpa arah berjam-jam, ikut tren yang nggak jelas, atau gengsi demi terlihat keren. Coba ganti satu jam itu untuk belajar skill baru, bantu orang tua, atau bangun usaha kecil-kecilan yang halal. Sedikit, tapi konsisten.

 

Yang bekerja dan berbisnis, jangan cuma tanya “untungnya berapa?”, tapi juga “halal nggak caranya?”. Lebih baik jujur soal kualitas walau untungnya tipis, daripada markup berlebihan dan bikin orang kecewa. Lebih tenang tidur dengan penghasilan yang bersih, daripada gelisah karena cara yang nggak benar.

 

Yang sudah berumur pun sama. Jangan merasa waktu sudah habis. Selama masih ada napas, masih ada kesempatan memperbaiki niat, memperbanyak doa, memperbaiki hubungan dengan keluarga, atau melunasi janji yang tertunda. Satu langkah kecil hari ini lebih baik daripada menyesal nanti.

 

Puasa mengajarkan kita menahan yang haram walau mampu, dan memilih yang halal walau berat. Itu bukan cuma soal makan dan minum, tapi soal pilihan hidup setiap hari.

 

Karena waktu adalah umur. Dan umur yang dipakai di jalan yang benar, meski sederhana, jauh lebih berharga daripada hidup panjang tapi salah arah.

 

Hari ini masih diberi kesempatan. Jangan tunggu sempurna untuk mulai. Luruskan niat, perbaiki cara, dan gunakan waktu untuk hal yang membuat kita tenang—di dunia dan di akhirat.

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!