SOLO, MENARA62.COM – Mendongeng, merangkai manik-manik, hingga menuliskan cita-cita menjadi cara mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menumbuhkan literasi dan kreativitas anak sejak dini. Melalui program Panggung Cerita Gembira dan Berbagi Keceriaan, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (HMP PG-PAUD) FKIP UMS menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak di Yayasan Graha Yatim dan Dhuafa Surakarta.
Kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung pada Sabtu (26/9/2026) tersebut menjadi bagian dari program kerja rutin HMP PG-PAUD FKIP UMS. Selain menumbuhkan minat literasi, kegiatan ini dirancang untuk mengasah kreativitas, membangun kepercayaan diri, serta memotivasi anak-anak agar berani meraih cita-cita.
Ketua Panitia, Sapti Wulandari, mengatakan kegiatan tersebut menggabungkan aktivitas belajar dan bermain untuk mendukung perkembangan anak usia dini.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya meningkatkan minat literasi anak melalui metode bercerita yang menyenangkan, mengasah keterampilan motorik halus dan imajinasi melalui aktivitas seni, serta menumbuhkan motivasi dan kepercayaan diri anak dalam meraih cita-cita,” ujarnya, Sabtu (10/10/2026).
Dongeng Interaktif hingga Kreasi Gantungan Kunci
Rangkaian kegiatan diawali dengan Panggung Cerita Gembira. Mahasiswa menyampaikan dongeng interaktif menggunakan media boneka tangan dengan gaya ekspresif untuk menarik perhatian anak-anak.
Suasana semakin hidup ketika anak-anak diajak menirukan suara tokoh, menjawab tebakan, dan mengikuti alur cerita. Melalui metode ini, mahasiswa menyisipkan pesan moral tentang kejujuran, kebaikan, serta semangat menuntut ilmu.
Kegiatan kemudian berlanjut ke sesi kreasi gantungan kunci atau keyring. Anak-anak merangkai manik-manik dengan beragam warna dan bentuk menjadi aksesori sesuai kreativitas masing-masing.
Selain menghasilkan karya yang dapat digunakan sebagai aksesori tas sekolah, aktivitas tersebut dirancang untuk melatih keterampilan motorik halus, konsentrasi, dan kemampuan berkreasi.
Antusiasme anak-anak terlihat saat mereka menyelesaikan gantungan kunci buatan sendiri. Pengalaman tersebut sekaligus memberi ruang bagi mereka untuk bereksplorasi dan merasakan kebanggaan atas hasil karya masing-masing.
Anak-anak Menuliskan Mimpi di Papan Harapan
Tak berhenti pada dongeng dan aktivitas seni, mahasiswa HMP PG-PAUD UMS juga mengajak anak-anak mengikuti sesi menulis kartu pos untuk masa depan.
Dalam kegiatan tersebut, setiap anak menuangkan mimpi dan cita-citanya ke dalam kartu pos. Kartu-kartu itu kemudian ditempelkan pada papan harapan sebagai simbol keinginan dan semangat mereka untuk meraih masa depan.
Menurut Sapti, aktivitas tersebut diharapkan membantu anak-anak mengenali cita-cita sekaligus menumbuhkan keyakinan untuk mewujudkannya.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap agar anak-anak yayasan semakin yakin dan bertekad untuk mengejar cita-citanya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, program pengabdian masyarakat ini menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk menghadirkan budaya literasi yang menyenangkan sekaligus mendukung perkembangan kreativitas dan kepercayaan diri anak sejak usia dini.
Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pendidikan anak usia dini secara langsung di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
Yayasan Apresiasi Kepedulian Mahasiswa UMS
Pengelola Yayasan Graha Yatim dan Dhuafa Surakarta, Suratna, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa HMP PG-PAUD FKIP UMS yang telah menghadirkan kegiatan belajar dan bermain bagi anak-anak.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus membangkitkan semangat anak-anak untuk mengikuti aktivitas bersama.
“Terima kasih banyak buat kakak-kakak mahasiswa yang sudah menyempatkan waktu datang ke sini. Anak-anak senang diajak main dan belajar bersama. Kehadiran kalian benar-benar membawa keceriaan dan membuat anak-anak semakin semangat,” tutur Suratna.
Melalui Panggung Cerita Gembira dan Berbagi Keceriaan, HMP PG-PAUD FKIP UMS berharap kegiatan pengabdian serupa dapat terus menjadi ruang pembelajaran yang ramah anak. Lebih dari sekadar bermain, setiap aktivitas diharapkan membantu anak-anak mengembangkan imajinasi, mengenali potensi diri, dan berani menggantungkan harapan untuk masa depan. (*)

