32.7 C
Jakarta

Inspiratif dan Inovatif, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Gelar Pilkalas dengan E-Voting

Baca Juga:

 

SOLO, MENARA62.COM – Mengisi rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Kelas Baru (MPKB), SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menggelar Pemilihan Ketua Kelas (Pilkalas) dengan sistem E-Voting, Kamis (20/7/2023).

Kegiatan yang diikuti oleh 84 siswa kelas V berlangsung di serambi Masjid Kottabarat, sedangkan untuk kelas VI berlangsung di ruang kelas diikuti 81 siswa. Pemilihan ketua kelas dikemas layaknya pemilihan umum (Pemilu). Dilengkapi dengan atribut seperti tablet, daftar hadir, dan tinta.

Menurut Arsyadana, selaku koordinator guru kelas V, menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut untuk mensosialisasikan pemahaman siswa tentang nilai-nilai demokrasi sejak dini sesuai pengamalan sila ke-4 Pancasila.

“Seluruh siswa tertib dalam mengikuti kegiatan Pilkalas, terlihat antrean siswa di serambi masjid sangat padat. Alur pelaksanaan meliputi pemanggilan siswa sesuai nomor absen, selanjutnya siswa menuju tempat e-voting, kemudian memilih calon ketua kelas melalui media tablet, dan terakhir membubuhkan jarinya ke tinta yang sudah disediakan sebagai bukti telah memberikan hak suara.

Dari hasil rekapitulasi Pilkalas E-Voting, terpilih ketua kelas VA atas nama Elang Santajaya dengan perolehan 22 suara. Ketua kelas VB atas nama Abimanyu Arya Putra Sakti dengan perolehan 13 suara. Ketua kelas VC atas nama Ahmad Ubaidillah Fikriy dengan perolehan 14 suara.

Memilih Formatur
Meskipun sama-sama menggunakan e-voting, tetapi sistem yang digunakan dalam Pilkalas Kelas VI sedikit berbeda. Siswa tidak langsung memilih calon ketua kelas, tetapi mereka memilih tim formatur. Sistem ini mirip dengan pemilihan pimpinan Muhammadiyah.

Siswa memilih 7 nama calon formatur. Kemudian 7 calon formatur yang terpilih bermusyawarah untuk menentukan struktur organisasi kelas, mulai dari ketua, sekretaris, bendahara, dan para seksi.

Agus Supardi, koordinator guru kelas VI mengungkapkan bahwa sistem formatur akan meminimalkan persaingan antarcalon, sehingga proses demokrasi berjalan lebih sehat.

“Belum tentu formatur yang mendapatkan suara terbanyak automatis menjadi ketua kelas, karena penentuannya melalui musyawarah,” ujarnya.

Agus berharap kegiatan Pilkalas ini bisa menjadi salah satu upaya mengkontekstualisasikan pembelajaran Pendidikan Pancasila sesuai semangat Kurikulum Merdeka. (*)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!