30 C
Jakarta

International Ramadan Gathering 2026 UMS Perkuat Silaturahmi Mahasiswa Asing

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – International Ramadan Gathering 2026 yang digelar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), melalui Direktorat Reputasi, Kemitraan, dan Urusan Internasional (DRKUI), menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi, sekaligus evaluasi dan monitoring mahasiswa internasional yang menempuh studi di UMS.

Digelar pada Rabu (4/3) di Ruang Seminar B2 Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa asing jalur pembiayaan mandiri, International Priority Scholarship, Kemitraan Negara Berkembang, dan The Indonesian Aid Scholarship.

Direktur DRKUI UMS Nurgiyatna, S.T., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya, menyampaikan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat komunikasi antara mahasiswa internasional dan pihak universitas.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi di bulan Ramadan, tetapi juga menjadi ruang bagi kami untuk mendengar langsung pengalaman, kendala, serta masukan dari mahasiswa internasional selama menjalani studi di UMS,” ungkapnya.

Tim DRKUI juga melakukan monitoring terhadap perkembangan studi mahasiswa internasional selama menjalani perkuliahan di UMS. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman akademik mereka, termasuk proses adaptasi terhadap sistem pembelajaran, interaksi dengan dosen dan mahasiswa lokal, serta berbagai tantangan yang dihadapi selama masa studi.

“Secara umum, para mahasiswa menyampaikan bahwa proses pembelajaran berjalan dengan baik dan mereka mendapatkan dukungan dari program studi maupun lingkungan kampus,” imbuh Nurgiyatna.

Mahasiswa internasional juga berbagi pengalaman mereka dalam menjalani ibadah puasa di Indonesia. Salah satu mahasiswa asal Pakistan, Noor Ul Ain, menyampaikan Ramadan tahun ini menjadi pengalaman pertamanya menjalani ibadah puasa di Indonesia, khususnya di UMS.

“Ini adalah Ramadan pertama saya di Indonesia. Saya mendapatkan banyak pengalaman yang unik dan berbeda dibandingkan dengan negara saya. Salah satu yang paling menarik adalah saat menjelang berbuka puasa, di mana di banyak tempat terdapat orang yang menjual berbagai makanan takjil. Suasana ini sangat meriah dan memberikan pengalaman baru bagi saya,” ujarnya.

Sementara itu, mahasiswa asal Kenya, Alwi Ahmed, turut menyampaikan kesannya terhadap kegiatan International Ramadan Gathering yang menurutnya sangat berkesan dan mempererat kebersamaan antar mahasiswa internasional.

“Kegiatan ini sangat wonderful, fenomenal, dan spektakuler. Acara ini benar-benar bringing diversity together, karena mahasiswa dari berbagai negara dapat berkumpul, merayakan Ramadan, dan berbuka puasa bersama dalam suasana yang hangat,” ungkapnya.

Alwi berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus diselenggarakan di masa mendatang, disertai dengan lebih banyak program budaya dan akademik yang melibatkan mahasiswa internasional.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara mahasiswa internasional dan pihak universitas sekaligus menjadi sarana monitoring dan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan internasional di lingkungan kampus. Kegiatan ini juga mencerminkan semangat kebersamaan, keberagaman, dan inklusivitas yang menjadi bagian dari komunitas internasional di UMS. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!