27.3 C
Jakarta

Jadi yang Pertama di Indonesia, Magister Fisioterapi UMS Diampu Tenaga Pengajar yang Kredibel

Baca Juga:

 

SOLO, MENARA62.COM – Program Studi (Prodi) Fisioterapi melalui program magister di bawah Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) telah menyediakan tenaga pengajar berkompeten di bidangnya dalam proses pembelajaran.

Dr., Mahendra Wahyu Dewangga, S.Fis., M.Biomed., selaku Sekretaris Program Studi Fisioterapi menyampaikan terkait kualitas tenaga pendidiknya memiliki berbagai latar belakang pendidikan yang kredibel.

“Dosen yang sudah bergelar doktor, ada lulusan Ph.D Physiotherapy dari Mahidol University (Thailand), ada lulusan doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Universitas Gadjah Mada, ada lulusan dari doktor Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. Selain itu ada juga dosen yang lulusan doktor Ilmu Kedokteran Universitas Airlangga,” ungkap Sekretaris Prodi Magister Fisioterapi itu, Jumat (23/2).

Prodi ini mempelajari hal-hal yang bercabang dari fisioterapi. Materi yang akan diberikan saat perkuliahan antara lain biologi molekuler untuk fisioterapi, nyeri dan sindroma gangguan gerak, kontrol gerak dan human movement, serta masih banyak lagi.

Melihat ke belakang, pendidikan fisioterapi di Indonesia sudah cukup lama berdiri. Menurut sejarah pendidikan, ilmu fisioterapi pertama muncul di Indonesia pada tahun 1960-an. Pada awal tahun 2024 ini, prodi Magister Fisioterapi pertama di Indonesia telah sah dan telah diterbitkan surat dari Kementrian Pendidikan, yaitu di UMS.

Prodi ini dibuka dengan tujuan utama memajukan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pendidikan fisioterapi sehingga siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus untuk menaikkan martabat profesi fisioterapi di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Mahendra juga menyampaikan terkait prospek kerja dan harapan dari adanya Program Magister Fisioterapi.

“Tentu dengan adanya program S2 fisioterapi, diharapkan lulusan Magister Fisioterapi UMS dapat menjadi peneliti, pengembang keilmuan fisioterapi, pendidik, promotor kesehatan dan manager terutama pada ruang lingkup fisioterapi,” harap Mahendra. (*)

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!