31.3 C
Jakarta

Kepala Sekolah Tantang Pengurus Baru PR IPM MBS Prof Hamka Berkarya

Baca Juga:

MADIUN, MENARA62.COM – Kepala SMP MBS Prof Hamka Kota Madiun, Imron Wafdurrahman, menantang pengurus baru Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR-IPM) MBS Prof Hamka Kampus Putri periode 2026–2027 untuk melahirkan karya nyata yang bermanfaat dan berkelanjutan.

Tantangan tersebut disampaikan Imron saat pelantikan pengurus PR-IPM MBS Prof Hamka Kampus Putri, Ahad (11/10/2026). Ia menegaskan, kepengurusan IPM tidak boleh sekadar menjadi ajang belajar berorganisasi, tetapi juga harus menjadi ruang bagi kader untuk mengembangkan literasi, kecerdasan, dan kreativitas.

Menurut Imron, menjadi pengurus IPM merupakan kesempatan berharga yang tidak dimiliki semua pelajar. Kepercayaan dari teman-teman dan asatidz harus dimanfaatkan untuk membentuk karakter, melatih kepemimpinan, serta mengembangkan kemampuan diri.

“Kalian adalah anak-anak yang dipilih oleh teman kalian dan asatidz. Mereka semua yakin dan percaya bahwa kalian sanggup,” tuturnya.

Literasi Harus Menjadi Ruh Gerakan IPM

Dalam arahannya, Imron mengajak pengurus baru memahami semboyan IPM, Nuun Walqolami Wamaa Yasthuruun. Menurutnya, semboyan tersebut mengandung nilai penting yang dapat menjadi pedoman kader dalam menjalankan organisasi.

Ia menjelaskan, Nuun menjadi pengingat bagi kader untuk senantiasa mengingat Allah dan menaati aturan-Nya dalam setiap proses berorganisasi.

Sementara itu, Walqolami yang berarti pena atau alat tulis menegaskan pentingnya literasi sebagai ruh gerakan IPM. Sebagai organisasi pelajar, IPM harus mampu melahirkan kader yang cerdas, berwawasan luas, dan memiliki semangat belajar sepanjang hayat.

“Geraknya gerakan intelektual. Harga mati bahwa IPM harus pintar, harus cerdas. Belajar terus. Kalau bisa, buat program pengurus IPM wajib membaca satu buku dalam satu minggu,” pesannya.

Adapun Wamaa Yasthuruun dimaknai sebagai apa yang dituliskan. Imron menekankan bahwa kecerdasan dan pengetahuan kader tidak boleh berhenti pada pemahaman, tetapi harus diwujudkan dalam karya yang memberikan manfaat bagi orang lain.

Karya tersebut dapat berupa tulisan, program kreatif, maupun berbagai inovasi yang mendukung perkembangan organisasi dan lingkungan sekolah.

Ia juga menantang pengurus baru untuk merancang setidaknya satu program unggulan yang dapat diteruskan oleh kepengurusan berikutnya.

Dengan demikian, hasil kerja pengurus tidak berhenti ketika masa jabatan berakhir. Program yang dirintis diharapkan menjadi fondasi bagi kepengurusan selanjutnya sehingga organisasi terus berkembang dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Pengurus Baru Diajak Belajar Memimpin dan Bekerja Sama

Semangat untuk terus belajar juga disampaikan Ketua PR-IPM MBS Prof Hamka Kampus Putri periode 2026–2027, Shabrina Azmi Umarella. Ia menilai, ber-IPM merupakan kesempatan untuk mempelajari banyak hal sekaligus membentuk pribadi yang lebih bermanfaat bagi orang lain.

Shabrina menyadari bahwa menjalankan organisasi tidak dapat dilakukan seorang diri. Dukungan, komunikasi, dan kerja sama seluruh pengurus menjadi kunci agar program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik.

“Saya tidak bisa sendirian, tetapi membutuhkan kerja sama semua elemen. Kalau ada kesulitan, saling membantu,” ungkapnya.

Pesan serupa disampaikan Bidang KDI PD-IPM Kota Madiun, Amalia Nafisa Balqis. Ia mengingatkan bahwa pergantian kepengurusan merupakan kesempatan bagi kader untuk tumbuh bersama, mengembangkan potensi, dan belajar menjalankan tanggung jawab dalam organisasi.

“IPM bukan hanya jabatan, tetapi bertumbuh bersama dan bekerja sama. Selamat mengemban amanah,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Madiun, Sri Sumarti, mengingatkan bahwa amanah sebagai pengurus IPM bukan tanggung jawab yang ringan. Namun, melalui kesungguhan dan kebersamaan, para pengurus dapat belajar menghadapi tantangan sekaligus membawa organisasi ke arah yang lebih baik.

Menurut Sri Sumarti, pengalaman ber-IPM juga menjadi bekal penting bagi pelajar untuk belajar menjadi pemimpin. Ilmu, pengalaman, dan kemampuan bekerja sama yang diperoleh selama berorganisasi dapat membantu mereka menentukan langkah serta mencapai tujuan di masa depan.

Ia mengajak seluruh pengurus baru untuk saling mendukung dan memanfaatkan masa kepengurusan sebagai ruang belajar, bertumbuh, serta mengembangkan potensi diri.

Melalui kepengurusan periode 2026–2027, PR-IPM MBS Prof Hamka Kampus Putri diharapkan mampu memperkuat tradisi literasi, melahirkan kader intelektual, dan menghasilkan karya nyata yang manfaatnya dapat dirasakan melampaui masa kepengurusan. (IW/*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!