25.6 C
Jakarta

Daftar Kuliah sambil Berdonasi

Must read

Kemenhub Gandeng PWI Tangkal Maraknya Berita Hoaks

JAKARTA - Menara62.com - Penyebaran berita bohong atau hoax di media sosial sangat cepat seiring dengan maraknya pengguna media sosial di Indonesia. Terlebih penggunaan...

Pemuda Muhammadiyah dan Ulama Kecam Aksi Penyerangan di Solo

Menara62.com - Penyerangan di acara midodareni atau upacara malam sebelum ijab kabul di kediaman Alm. Assegaf bin Jufri, Kampung Mertodranan, Solo Sabtu (8/8) dikecam oleh berbagai...

PWI Pusat Gelar Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020

JAKARTA - Menara62.com - Menjelang Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2021, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kembali menyelenggarakan Anugerah Jurnalistik Adinegoro yang merupakan penghargaan...

Tidak Ada Keraguan di Dalamnya

‎“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi ‎mereka yang bertakwa.” (Q.S. Al-Baqarah: 2)‎ Berpagi-pagi Al-Qur’an menegaskan tentang siapa dirinya. Tidak ada ‎keraguan padanya....

PURWOKERTO, MENARA62.COM — Tenaga medis menjadi garda terdepan dalam penanganan wabah virus corona. Setiap hari bertemu dan bersentuhan langsung dengan pasien Covid-19, para tenaga medis memerlukan alat pelindung diri (APD).

Namun lonjakan pasien yang mendadak, membuat sejumlah rumah sakit kekurangan APD. Hal itu memaksa para dokter dan perawat membuat APD sendiri dengan seadanya.

Bukan hanya bidang kesehatan, wabah virus corona memberi dampak luas pada kehidupan masyarakat. Seperti, pedagang kaki lima yang kehilangan pembeli lantaran imbauan untuk tidak keluar rumah demi pemutus penyebaran virus corona.

Bahkan tempat ibadah yang sejatinya menjadi tempat suci, juga ragu dikunjungi karena khawatir orang-orang yang datang dari berbagai wilayah justru membawa virus.

Namun begitu, selalu ada hikmah dibalik segala bencana. Fenomena pandemi corona setidaknya telah menggerakan nurani manusia untuk saling berbagi rezeki.

Begitu juga Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah. Kampus dengan selogan UMP untuk Indonesia itu akan mendonasikan 50 persen biaya pendaftarannya untuk gerakan siaga covid-19.

Rektor UMP Dr. Anjar Nugroho mengungkapkan menanggapi kondisi pandemik Covid-19 yang saat ini terus berkembang, UMP telah melakukan berbagai aksi secara cepat untuk dapat memberikan bantuan yang esensial, untuk membantu mereka yang terkena dampak.

“Kami berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam mengendalikan penyebaran pandemi ini dengan apapun yang dapat kami lakukan,” katanya, Kamis (26/3-2020).

Kemudahan Daftar Kuliah
Sementara itu, Kepala Biro Publikasi dan Admisi (BPA) UMP Dr. Yudha Febrianta, M.Or., mengungkapkan, Merebaknya Corona Virus Disease (COVID-19), UMP terus memberikan kemudahan. Termasuk bagi calon mahasiswa untuk melakukan pendaftaran kuliah.

Ada beberapa cara, diantaranya melalui aplikasi Android dengan nama “Daftar UMP” dan melalui jalur SMART dengan klik https://smart.pmb.ump.ac.id/.

Adapun Informasi penerimaan mahasiswa baru UMP bisa melalui website https://ppmb.ump.ac.id/ atau whatsapp center ke http://wa.me/+62811291126

Dijelaskan, UMP sudah membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2020. Pendaftaran terbagi menjadi tiga gelombang. Gelombang pertama pada bulan Oktober 2019 sampai Maret 2020. Gelombang kedua pada April sampai Juli 2020. Sementara gelombang ketiga pada Juli hingga Agustus 2020.

“Aplikasi Daftar UMP ini telah dikembangkan sudah lama untuk pendaftaran mahasiswa baru di UMP,” katanya.

Ia menambahkan, dengan aplikasi ini UMP terus meningkatkan pelayanan yang cepat dan baik di era disruptif saat ini, apa lagi ditengah merebaknya virus corona seperti sekarang ini, yang menuntut segala informasi serba cepat dan terdigitalisasi namun bisa dilakukan di rumah.

“Aplikasi ini juga sebagai alternatif pendaftaran mahasiswa baru yang dilakukan secara online melalui alamat website https://pmb.ump.ac.id. Atau whatsapp center di 0811291126. Aplikasi ini kini sudah lebih mudah diakses dengan cara di-install di smartphone,” pungkasnya. (tgr)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Kemenhub Gandeng PWI Tangkal Maraknya Berita Hoaks

JAKARTA - Menara62.com - Penyebaran berita bohong atau hoax di media sosial sangat cepat seiring dengan maraknya pengguna media sosial di Indonesia. Terlebih penggunaan...

Pemuda Muhammadiyah dan Ulama Kecam Aksi Penyerangan di Solo

Menara62.com - Penyerangan di acara midodareni atau upacara malam sebelum ijab kabul di kediaman Alm. Assegaf bin Jufri, Kampung Mertodranan, Solo Sabtu (8/8) dikecam oleh berbagai...

PWI Pusat Gelar Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020

JAKARTA - Menara62.com - Menjelang Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2021, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kembali menyelenggarakan Anugerah Jurnalistik Adinegoro yang merupakan penghargaan...

Tidak Ada Keraguan di Dalamnya

‎“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi ‎mereka yang bertakwa.” (Q.S. Al-Baqarah: 2)‎ Berpagi-pagi Al-Qur’an menegaskan tentang siapa dirinya. Tidak ada ‎keraguan padanya....

Harus Paham Paradigma Birokrasi Modern dan Era Digital, 1.600 CPNS Jalani Pelatihan

Jakarta . Menara62.com - Sebanyak 1600 calon pegawai negeri sipil (CPNS) mengikuti pelatihan kompetensi dasar yang digelar oleh Kementarian Energi dan Sumberdaya Mineral (KESDM)....