25.6 C
Jakarta

Daftar Kuliah sambil Berdonasi

Must read

Peran Perpustakaan Harus Ditingkatkan Guna Menunjang Budaya Literasi Masyarakat

JAKARTA, MENARA62.COM - Di era yang serba digital perpustakaan memang bukan satu-satunya sumber  informasi untuk masyarakat. Perangkat gawai dan perangkat raksasa yang bernama Google...

Ini Cara Kedai Kopi Guyon Bertahan Di Tengah Pandemi Corona

JAKARTA, MENARA62.COM – Roda bisnis berubah drastis akibat pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Perubahan ini juga terasa pada bisnis Kedai Kopi Guyon yang...

Rian ‘Kopirative’ Buktikan Membuka Usaha Tak Selalu Padat Modal

JAKARTA, MENARA62.COM - Memulai bisnis tidak selalu harus merogoh kocek yang besar alias padat modal. Dengan modal yang terbatas, asalkan dikelola dengan baik, maka...

Sanksi PSBB di DKI Kurang Tegas, Masyarakat Abai Protokol Kesehatan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan kembali di Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan nampaknya tidak terlalu efektif. Hal ini dapat dilihat...

PURWOKERTO, MENARA62.COM — Tenaga medis menjadi garda terdepan dalam penanganan wabah virus corona. Setiap hari bertemu dan bersentuhan langsung dengan pasien Covid-19, para tenaga medis memerlukan alat pelindung diri (APD).

Namun lonjakan pasien yang mendadak, membuat sejumlah rumah sakit kekurangan APD. Hal itu memaksa para dokter dan perawat membuat APD sendiri dengan seadanya.

Bukan hanya bidang kesehatan, wabah virus corona memberi dampak luas pada kehidupan masyarakat. Seperti, pedagang kaki lima yang kehilangan pembeli lantaran imbauan untuk tidak keluar rumah demi pemutus penyebaran virus corona.

Bahkan tempat ibadah yang sejatinya menjadi tempat suci, juga ragu dikunjungi karena khawatir orang-orang yang datang dari berbagai wilayah justru membawa virus.

Namun begitu, selalu ada hikmah dibalik segala bencana. Fenomena pandemi corona setidaknya telah menggerakan nurani manusia untuk saling berbagi rezeki.

Begitu juga Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas, Jawa Tengah. Kampus dengan selogan UMP untuk Indonesia itu akan mendonasikan 50 persen biaya pendaftarannya untuk gerakan siaga covid-19.

Rektor UMP Dr. Anjar Nugroho mengungkapkan menanggapi kondisi pandemik Covid-19 yang saat ini terus berkembang, UMP telah melakukan berbagai aksi secara cepat untuk dapat memberikan bantuan yang esensial, untuk membantu mereka yang terkena dampak.

“Kami berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam mengendalikan penyebaran pandemi ini dengan apapun yang dapat kami lakukan,” katanya, Kamis (26/3-2020).

Kemudahan Daftar Kuliah
Sementara itu, Kepala Biro Publikasi dan Admisi (BPA) UMP Dr. Yudha Febrianta, M.Or., mengungkapkan, Merebaknya Corona Virus Disease (COVID-19), UMP terus memberikan kemudahan. Termasuk bagi calon mahasiswa untuk melakukan pendaftaran kuliah.

Ada beberapa cara, diantaranya melalui aplikasi Android dengan nama “Daftar UMP” dan melalui jalur SMART dengan klik https://smart.pmb.ump.ac.id/.

Adapun Informasi penerimaan mahasiswa baru UMP bisa melalui website https://ppmb.ump.ac.id/ atau whatsapp center ke http://wa.me/+62811291126

Dijelaskan, UMP sudah membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2020. Pendaftaran terbagi menjadi tiga gelombang. Gelombang pertama pada bulan Oktober 2019 sampai Maret 2020. Gelombang kedua pada April sampai Juli 2020. Sementara gelombang ketiga pada Juli hingga Agustus 2020.

“Aplikasi Daftar UMP ini telah dikembangkan sudah lama untuk pendaftaran mahasiswa baru di UMP,” katanya.

Ia menambahkan, dengan aplikasi ini UMP terus meningkatkan pelayanan yang cepat dan baik di era disruptif saat ini, apa lagi ditengah merebaknya virus corona seperti sekarang ini, yang menuntut segala informasi serba cepat dan terdigitalisasi namun bisa dilakukan di rumah.

“Aplikasi ini juga sebagai alternatif pendaftaran mahasiswa baru yang dilakukan secara online melalui alamat website https://pmb.ump.ac.id. Atau whatsapp center di 0811291126. Aplikasi ini kini sudah lebih mudah diakses dengan cara di-install di smartphone,” pungkasnya. (tgr)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Peran Perpustakaan Harus Ditingkatkan Guna Menunjang Budaya Literasi Masyarakat

JAKARTA, MENARA62.COM - Di era yang serba digital perpustakaan memang bukan satu-satunya sumber  informasi untuk masyarakat. Perangkat gawai dan perangkat raksasa yang bernama Google...

Ini Cara Kedai Kopi Guyon Bertahan Di Tengah Pandemi Corona

JAKARTA, MENARA62.COM – Roda bisnis berubah drastis akibat pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Perubahan ini juga terasa pada bisnis Kedai Kopi Guyon yang...

Rian ‘Kopirative’ Buktikan Membuka Usaha Tak Selalu Padat Modal

JAKARTA, MENARA62.COM - Memulai bisnis tidak selalu harus merogoh kocek yang besar alias padat modal. Dengan modal yang terbatas, asalkan dikelola dengan baik, maka...

Sanksi PSBB di DKI Kurang Tegas, Masyarakat Abai Protokol Kesehatan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan kembali di Jakarta oleh Gubernur Anies Baswedan nampaknya tidak terlalu efektif. Hal ini dapat dilihat...

New Normal, Can Cuts Barbershop Terapkan Standar Protokol Kesehatan

BEKASI, MENARA62.COM – Sejak wabah Covid-19 melanda tanah air, beberapa sektor perekonomian mengalami dampaknya, termasuk usaha Can Cuts Barbershop. Usaha jasa potong rambut di...